Mahfud MD Bingung Lihat HRS, “Dulu Bilang Terima Kasih, Sekarang Salahkan Menko Polhukam”



IDEANEWSINDO.COM - Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi tudingan Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait kerumunan massa di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) sepulangnya HRS dari Arab Saudi.

Mahfud MD terlihat bingung menanggapi HRS ini. Sebab, dulunya HRS mengucapkan terima kasih kepada Menko Polhukam karena diizinkan pulang ke Indonesia.

“Tak apa-apa, biar semua alasan dikemukakan. Itu bagus. Kita tidak akan merespon tudingan itu ke pengadilan, karena pengadilan itu kan terikat pada pasal-pasal yang didakwakan. Misalnya kalau saya menyatakan itu salah tuh, dia membawa-bawa pernyataan polhukam,” kata Mahfud MD kepada wartawan, Jumat (26/3/2021).

“Hakim ndak akan mendengarkan itu, memang nggak perlu itu, karena Hakim tau yang dilakukan oleh Menko Polhukam itu hukum administrasi, bukan hukum pidana,” jelasnya.

“Sehingga nanti pasti akan punya ukuran-ukuran untuk menilai dakwaan itu tidak dari hukum administrasi negara tapi dari hukum pidana yang akan dilihat,” katanya lagi.

Menko Polhukam menjelaskan apa yang dilakukannya itu dalam konteks hukum administrasi.

Tidak relevan menurutnya jika Habib Rizieq melebar ke hukum pidana.

Mahfud MD menilai Habib Rizieq hanya menggiring opini untuk menunjukkan seolah dirinya tidak salah.

“Melebar ke suatu hukum administrasi yang dilakukan oleh pemerintah itu sama sekali ndak relevan, hanya untuk menggiring masyarakat bahwa saya tidak salah, yang salah Menko Polhukam karena mengizinkan,” ujarnya.

Mahfud MD lalu menyinggung Habib Rizieq yang pernah mengucapkan terima kasih karena telah mengizinkannnya pulang ke Indonesia. Namun, sekarang Habib Rizieq malah menyalahkan dirinya.

“Padahal malamnya pidato dia itu terima kasih kan kepada Menko Polhukam yang sudah mengizinkan pulang dan sebagainya. Sekarang malah dibalik katanya salahnya Menko Polhukam,” jelasnya.

“Tapi itu ndak apa-apa biasa orang cari alibi kan kita pemerintah tidak akan terlalu serius menanggapi hukum pidana dengan hukum administrasi,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan apa yang dilakukannya di Bandara Soetta itu merupakan diskresi dari pemerintah kepada Habib Rizieq.

Di luar kegiatan itu, kata Mahfud, merupakan pelanggaran yang harus diberi sanksi.

“Kalau video ini jelas diskresinya: 1. Boleh menjemput;2. Jaga protokol kesehatan; 3. Diantar sampai rumah Petamburan,” katanya.

“Begitu diantar ke rumah diskresi selesai, sehingga pelanggaran selanjutnya diberi sanksi hukum,” tuturnya lagi.

Seperti diketahui, Habib Rizieq saat membacakan eksepsi dalam persidangan menuduh Menko Polhukam Mahfud MD.

Habib Rizieq menyalahkan Mahfud MD perihal ledakan jumlah massa yang menjemputnya di Bandara Soekarno-Hatta sepulang dari Arab Saudi pada pertengahan November 2020.

Habib Rizieq menyebut kerumunan massa itu diizinkan oleh Mahfud MD.

“Ledakan jumlah massa penjemput di bandara adalah akibat dari pengumuman kepulangan saya dari Saudi yang diumumkan langsung oleh Menko Polhukam Mahfud Md di semua media TV nasional sambil mempersilakan massa datang untuk menjemput,” kata HRS dalam persidangan di PN Jaktim, Jumat (26/3/2021).


s: pojoksatu.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy