MEMANAS! Ini Nama-nama yang Akan Dilaporkan Marzuki Alie ke Bareskrim Polri Hari Ini, Satunya AHY



IDEANEWSINDO.COM - Mantan Sekjen Partai Demokrat Marzuki Alie akan melaporkan sejumlah kader Partai Demokrat ke polisi, hari ini Kamis (4/3/2021).

Pelaporan itu merupakan dampak dari makin memanasnya kondisi di internal partai.

Kepastian Marzuki Alie akan melaporkan sejumlah kader Partai Demokrat ini disampaikan langsung kuasa hukum Marzuki Alie, Rusdiansyah, kepada wartawan, Rabu 3 Maret 2021.

Salah seorang yang akand dilaporkan adalah Ketua Umum Parti Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Rencana jam 10 kita akan datang ke Bareskrim menyampaikan laporan ke sana,” kata kuasa hukum Marzuki Alie, Rusdiansyah, kepada wartawan, Rabu 3 Maret 2021.

Rusdiansyah mengatakan pihaknya akan melaporkan sejumlah orang yang diduga telah mencemarkan nama baik Marzuki Alie.

"Melaporkan pihak-pihak yang diduga mencemarkan nama baik beliau, memfitnah beliau," ucapnya.

"Pelaporan yang kami lakukan ini bukan dimaksudkan untuk menghukum orang. Tapi lebih pada beliau ingin memberi pelajaran politik kepada rakyat bahwa penting kita menjunjung tinggi hukum, tidak memfitnah, mencemarkan nama baik orang. Itu aja," imbuhnya.

Marzuki Alie mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan bukti untuk pelaporan tersebut. Mantan Ketua DPR ini juga mengaku sudah memiliki bukti-bukti elite-elite Partai Demokrat yang telah menuduhnya melakukan kudeta ke AHY dari kursi ketua umum.

”Sedang dikumpulkan bukti-bukti oleh pengacara,” ujar Marzuki.

Adapun pihak-pihak yang akan dilaporkan Marzuki di antaranya Syarief Hasan, Rachland Nashidik, dan Herman Khaeron. Mereka, kata Marzuki, menuduh dirinya terlibat dalam isu kudeta partai berlambang mercy itu.

Padahal Marzuki mengaku pernah terlibat dalam upaya kudeta terhadap AHY. Oleh karena itu, ia mengaku bingung ketika disangkutpautkan dengan kudeta ke putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

"Saya tuh nggak tahu apa-apa loh, demi Allah," katanya.

"Yang fitnah itu Syarief Hasan, kemudian Rachland Nashidik, Herman Khaeron. Turut terlapor tentu AHY sebagai atasannya kan. Mereka menuding ucapan pertama itu dari Yus Sudarso padahal jejak digitalnya itu pertama Syarief (Syarif Hasan) kedua Rachland Nashidik baru kemudian konpers itu ada Yus Sudarso ngomong. Ngomongnya bukan Marzuki Alie tapi faksi, kalau faksi itu kan bukan saya kan. Jadi jelas kok itu fitnahnya,” ungkapnya.

Marzuli Alie siap jadi ketua Umum

Setelah dipecat dari Partai Demokrat, Marzuki Alie kini terang-terangan mengungkap kesiapannya maju menjadi ketua umum partai berlambang bintang mercy tersebut.

Marzuki Alie mengaku tak akan menolak jika para kader memintanya maju dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Diketahui, sejumlah kader yang tak sejalan dengan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), berencana menggelar KLB pada bulan Maret Ini.

"Ya (siap), kalau diminta saya tidak bisa menolak," kata Marzuki Alie kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Marzuki Alie menegaskan, jika kader Demokrat mengehendaki dirinya menjadi ketua umum, dia bersedia menjalankan amanah itu.

"Itu panggilan, sepanjang KLB kuorum," ucapnya.

Diketahui, Marzuki Alie merupakan satu di antara tujuh kader yang dipecat DPP Demokrat.

Marzuki dianggap melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat, sebagaimana rekomendasi Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat.

Sebelumnya, komitmen pendiri Partai Demokrat mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) sudah tidak bisa dibendung.

Ada beberapa nama yang muncul untuk maju menjadi Ketua Umum Demokrat, satu diantaranya yakni Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Diketahui, DPP Partai Demokrat memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat kepada Marzuki Alie karena terbukti melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat, sebagaimana rekomendasi Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat.

Marzuki Alie terbukti bersalah melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya yakni menyatakan secara terbuka di media massa dengan maksud agar diketahui publik secara luas tentang kebencian dan permusuhan kepada Partai Demokrat, terkait organisasi, kepemimpinan dan kepengurusan yang sah.

"Tindakan yang bersangkutan telah mengganggu kehormatan dan integritas, serta kewibawaan Partai Demokrat," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan yang diterima, Jumat (26/2/2021).


s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy