Viral Pemuda Banjarnegara Jadi Imam di Mekkah, Faktanya Diungkap Dosen UIN Walisongo Semarang



IDEANEWSINDO.COM - Beredar video seorang pemuda berpakaian Arab melafalkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan sangat merdu. 

Di hadapannya, para pejabat kerajaan dan ulama Arab Saudi khidmat menyimak lantunan ayat suci Al Quran.

Dari postur, warna kulit dan tampangnya, pemuda itu memang identik dengan warga negara Indonesia.

Terlebih saat Master of Ceremony (MC) yang mengantar acara itu menyebut nama pemuda itu "Asal Banjar" sebelum ia tampil melafalkan ayat suci.

Video yang beredar itu pun menggegerkan warganet Banjarnegara. Terlebih, pada video itu tertulis narasi Putra Banjarnegara.

Sontak warganet mengira pemuda yang membanggakan negara Indonesia itu berasal dari Banjarnegara.  

Siapa yang tak bangga jika tetangga atau warga satu daerah dipercaya menjadi Imam Masjid di kota kelahiran Rasulullah, Mekkah. 

Tribun menelusuri kebenaran informasi itu. Ternyata, video itu bukan menunjukkan peristiwa baru. Video itu pernah beredar luas Tahun 2018 lalu. 

Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Nurhidayat membenarkan panggilan pemuda itu Asal Banjar. Tetapi ia menepis informasi yang menyebut pemuda hafiz itu berasal dari Banjarnegara, Jawa Tengah. 

Banjar yang menyertai nama sahabatnya itu bukan merujuk pada Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, melainkan suku Banjar Kalimantan Selatan. 

Nama lengkap pemuda hafiz itu adalah Asal bin Yanto bin Jumri bin Bakri Al Banjari.  Orang tuanya berasal dari Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Provinsi Kalimantan Selatan. 

Mereka tinggal dan bekerja di Mekkah. Asal sendiri lahir di kota Mekkah. Tetapi ia sampai saat ini masih berkewarganegaraan Indonesia. 

Meski demikian, tidak seluruhnya informasi yang beredar di media sosial itu salah.

Ustaz Asal yang kini berumur 24 tahun memang seorang alim yang ditunjuk menjadi imam di beberapa masjid di Mekkah, Arab Saudi. 

Tetapi ia menegaskan, Ustaz Asal bukanlah imam Masjidil Haram seperti diberitakan sejumlah akun media sosial. 

"Beliau imam di beberapa masjid di Makkah, tapi bukan Masjidil Haram, " katanya

Ustaz Asal yang masih lajang ini menjadi imam salat rawatib, tarawih dan qiyamul laik di beberapa masjid di kota Mekkah, yakni Masjid al Bashawiri, Masjid Asyur Bukhari, Masjid Ar Ridha, Masjid Syeikh Ibnu Utsmain, Masjid bin Laden, dan Masjid Birrul Walidain.  

Ia mengklarifikasi, acara dalam video itu pun bukan uji kompetensi untuk menjadi imam Masjidil Haram. Nurhidayat mengatakan, pada acara di tahun 2018 itu, Asal diminta untuk melafalkan ayat suci Al Quran pada pembukaan sebuah acara tahfiz Quran. 

Asal tampil di hadapan amir Mekkah serta Imam Masjidil Haram Syaikh Abdurrahman as-Sudais, dan petinggi kerajaan lainnya. 
Ia mengaku telah mengunggah video itu di media sosial (Facebook) di tahun 2018. 

Saat itu video tersebut pun sempat viral hingga telah ditonton jutaan kali. Masyarakat ikut bangga melihat seorang anak bangsa dipercaya menjadi imam dan dihormati di kota suci Mekkah. 

Dalam perkembangannya, video itu kemudian di-upload ulang oleh warganet. Masalahnya, ada akun yang membelokkan narasi dalam video itu sehingga timbul mis informasi. Semisal dengan menyebut pemuda Indonesia menjadi imam di Masjidil Haram. 

"Ada yang meng upload ulang. Disebut pemuda Indonesia jadi imam di Masjidil Haram, " katanya

Tetapi, meski belum dipercaya menjadi Imam Masjidil Haram, Asal Al Banjari tetap membawa harum nama Indonesia di jazirah Arab. Terlebih Asal didaulat menjadi imam tetap di Mekkah di usia yang masih remaja, 15 tahun. Di usia 12 tahun, Asal sudah khatam menghafalkan Al Quran di bawah bimbingan ulama Mekkah. 

Ustaz Asal Al Banjari juga mengajar di beberapa lembaga pendidikan di kota Mekkah, termasuk di Universitas Umm Al Qura.


s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy