Bukan cuma Novel Baswedan, Ini Daftar Deretan 'Orang Penting' KPK yang Terancam Dipecat



IDEANEWSINDO.COM - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dikabarkan menjadi salah satu yang berpotensi dipecat.

Nama Novel Baswedan menjadi satu dari total 75 pegawai KPK yang disebut tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sehingga, mereka dianggap tak memenuhi kualifikasi sebagai aparatur sipil negara (ASN).

Dari 75 nama tersebut, ada tujuh ketua satuan tugas penyidik yang namanya disebut-sebut juga tak lolos.

Berdasarkan informasi yang didapat JawaPos.com (jaringan PojokSatu.id) selain Novel Baswedan, ada nama Ambarita Damanik.

Lalu, Budi Agung Nugroho, Andre D. Nainggolan, Budi Sukmo, Rizka Anung Nata, dan Afief Julian Miftah.

Selanjut, ada juga satu Kasatgas penyelidik, yakni Iguh Sipurba.

Beberapa pejabat struktural KPK juga masuk daftar nama yang tidak lolos TWK.

Di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Supervisi (Korsup) Hery Muryanto, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Giri Suprapdiono

Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antarkomisi dan Instansi (PJKAKI) Sujanarko serta Kepala Bagian Perancangan dan Produk Hukum Rasamala Aritonang.

Kemudian pengurus inti Wadah Pegawai (WP) KPK seperti Yudi Purnomo Harahap (ketua) dan Harun Al Rasyid (wakil ketua).

Hasil Tes Belum Dibuka
Sekjen KPK Cahya Harefa membantah isu yang menyebut Novel Baswedan dipecat lantaran tak lulus hasil asesmen TWK dari BKN.

Cahya menjelaskna, hasil tes dimaksud sejauh ini masih tersegel dan sama sekali belum diumumkan di internal KPK.

Akan tetapi, hasil tes tersebut akan segera dimumumkan dalam waktu dekat ini.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan di lembaga antirasuah tersebut.

“Sampai saat ini hasil penilaian asesmen TWK tersebut masih tersegel dan disimpan aman di Gedung Merah Putih KPK,” kata Cahya dikonfimasi wartawan, Selasa (4/5/2021).

Karena itu, pihaknya berharap publik tidak dulu berspekulasi dan berpolemik karena hasil tes tersebut belum diumumkan.

“Kami menegaskan media dan publik berpegang pada informasi resmi kelembagaan KPK,” pungkas Cahya.

Penyingkiran Orang Berintegritas
Sebelumnya, Novel Baswedan mengakui dirinya sudah mengetahui kabar dirinya dianggap tak lulus tes seleksi alih fungsi ASN KPK.

“Iya benar saya dengar informasi tersebut,” katanya, Senin (3/5/2021).

Ia menyebut, hal itu merupakan upaya untuk menyingkirkan dirinya sebagai penyidik senior KPK.

“Upaya untuk menyingkirkan orang-orang yang berintegritas dari KPK adalah upaya lama yang terus dilakukan,” sambungnya.

Novel sangat terkejut jika informasi dugaan tidak lulus tes seleksi menjadi ASN benar adanya.

Karena justru upaya menyingkirkan orang-orang berintegritas datang dari pimpinan KPK.

“Bila info tersebut benar, tentu saya terkejut. Karena baru kali ini upaya tersebut justru dilakukan oleh Pimpinan KPK sendiri,” tuturnya.

Untuk diketahui, tes alih fungsi status pegawai KPK menjadi ASN ini merupakan produk dari berlakunya Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK.

UU KPK hasil revisi itu mengamanatkan KPK merupakan lembaga eksekutif dan pegawainya adalah ASN.

Adapun hasil tes itu merupakan penilaian dari 1.349 pegawai KPK yang telah mengikuti asesmen, sebagai syarat pengalihan pegawai KPK menjadi ASN.

Hal tersebut diatur melalui Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2021 Perkom Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara.


s: pojoksatu.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy