Kasus Korupsi Bansos, Ini Tanggapan Kubu Juliari Soal Kesaksian Sopir Matheus Joko Santoso



IDEANEWSINDO.COM - Sidang kasus dugaan korupsi suap bantuan sosial (bansos) dengan terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, terus bergulir di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Hingga pekan kemarin, persidangan masih berkutat pada pemeriksaan saksi.

Kuasa hukum Juliari, Maqdir Ismail, menanggapi persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi sopir Matheus Joko Santoso, Sanjaya, pada Rabu (19/5/2021). Menurutnya, fakta yang terungkap di persidangan sejauh ini belum ada keterangan yang mengungkapkan kalau perkara dugaan suap itu sampai ke tangan kliennya.

"Yang jadi persoalan kan sampai sekarang itu apakah betul ada uang yang sampai, dan sampai sekarang kan nggak ada saksi yang mengatakan itu," ujar Maqdir, Senin (24/5/2021).

Dikatakan Maqdir, berdasarkan keterangan saksi di persidangan, hingga sejauh ini dugaan suap itu hanya sampai di Matheus Joko Santoso. Hal itu, ditegaskan saksi Sanjaya ketika bersaksi.

Pada persidangan, Jaksa KPK bertanya kepada Sanjaya dengan membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nomor 14.

"Saudara pernah memberikan keterangan BAP nomor 14. Pertanyaannya, “Apakah saudara pernah diminta oleh Joko atau pihak lain untuk mengantarkan uang kepada Saudara Juliari? Jawaban saudara, Saya tidak pernah diminta Joko untuk memberikan uang kepada Menteri Sosial Juliari Batubara," sebut Jaksa.

Jaksa melanjutkan, "Namun saya pernah diminta oleh saudara Joko pada bulan Oktober 2020 untuk mentransfer uang Rp 40.000.000,00 ke rekening ajudan menteri sosial (Eko Budi Santoso) yang menurut Joko untuk membayar kegiatan operasional pak menteri. Namun saya tidak tahu bentuk kegiatan apa saja. Saat itu Joko memberikan ATM BNI milik beliau dan selembar kertas yang berisi nomor rekening BNI atas nama Eko Budi Santoso dan meminta saya untuk mentransfer ke rekening tersebut. Bagaimana keterangan saudara?" tanya Jaksa.

"Itu benar, pak. Tapi kan saya lupa nama Mas Eko siapa," jawab saksi Sanjaya.

Jaksa kemudian mendalami keterangan saksi Sanjaya. Terlebih soal atas nama rekening yang ditransfer.

"Benar ini nama Eko Budi Santoso? Saudara baca langsung di rekening tersebut?" tanya Jaksa lagi.

"Iya," singkat Sanjaya.

Jaksa kembali bertanya untuk menggali keterangan saksi Sanjaya. "Ini saudara mengatakan rekening ajudan Menteri Sosial. Benar terdakwa Matheus Joko mengatakan seperti itu?" tanya Jaksa.

"Iya," jawab Sanjaya.

"Saat itu dimana memerintahkan saudara?Berapa kali?" Jaksa kembali bertanya.

"Di ruangan bapak. Saya dipanggil ke ruangan bapak dan bapak minta tolong buat transfer saja. Sekali saja," jelas Sanjaya.

Selanjutnya, jaksa pun mendalami soal keterangan saksi Sanjaya yang menyebut mengetahui soal pembayaran sewa pesawat.

"Keterangan saudara paragraf kedua, “Saya juga mengetahui bahwa pak Joko beberapa kali membayarkan sewa charter pesawat untuk perjalanan Menteri Sosial Saudara Juliari Batubara karena biasanya sebelum mentransfer uang, saudara Joko menelepon atau ditelepon oleh saudara Eko (ajudan Menteri Sosial) dan saya mendengar percakapan tersebut jika saudara Joko akan mentransfer uang untuk biaya sewa pesawat Menteri Sosial. Setelah percakapan tersebut, Joko biasanya meminta saya untuk mengantarkan ke ATM. Benar keterangan saudara?

"Iya," singkat Sanjaya membenarkan keterangan itu.

"Jadi, ini yang mentransfer Joko atau saksi?" tanya Jaksa.

"Bapak biasanya," jawab Sanjaya sekaligus menjelaskan bahwa dirinya hanya mengantarkan saja ke ATM.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa mantan Mensos Juliari P Batubara menerima suap sebesar Rp 32,48 miliar dari para vendor atau pengusaha yang menggarap proyek pengadaan bansos untuk penanganan Covid-19.

Uang suap yang diterima Juliari Batubara melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19, seperti PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama serta sejumlah vendor lainnya.


s: beritasatu.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy