Kepala Badan Pengelola Aset Daerah DKI Mundur



IDEANEWSINDO.COM - Kepala Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta Pujiono mundur dari jabatannya. Kabar tersebut dibenarkan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Maria Qibtya.

"Benar, mundur," kata Maria melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/5).

Kendati demikian, Maria tak menjelaskan secara rinci tentang alasan pengunduran diri Pujiono. Dia juga tak menyebut pengganti Pujiono.

Pujiono dilantik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Kepala Badan Pengelola Aset Daerah pada 8 Januari 2020. Pujiono lolos dalam seleksi lelang jabatan eselon II.

Sementara, Ketua Komisi A DRPD DKI Jakarta, Mujiyono juga mengaku telah mendapatkan informasi tersebut.

"Tadi BKD telepon, iya benar (Pujiono mundur dari Kepala BPAD) tanggal 17 kemarin," kata Mujiyono.

Mujiyono mengatakan alasan Pujiono mundur karena merasa kurang berhasil dalam melaksanakan tugasnya sebagai Kepala BPAD. Mujiyono menyebut, Pujiono tidak lagi merasa sanggup mengatasi persoalan aset DKI.

Anggota Fraksi Partai Demokrat itu menjelaskan bahwa pengelolaan aset di Jakarta memang bukan perkara mudah. Ia mengaku sempat duduk di Komisi C yang berhubungan langsung dengan masalah aset pada 2011.

Menurutnya, saat itu DKI selalu sulit mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Waktu saya ngejabat di Komisi C tahun 2011, kenapa dulu DKI tidak kunjung WTP, salah satu faktor terbesarnya adalah soal aset," jelas Mujiyono.

"Banyak banget di daftar aset itu yang status fisiknya itu tidak ditemukan. Ada yang keterangannya 'fisik tidak ditemukan', jadi barangnya enggak ada, tapi tercatat," tambahnya.

Menurut dia, saat diberikan jabatan tersebut, Pujiono mendapat tugas untuk membenahi hal tersebut. Namun, masalah itu sudah kadung sulit dibenahi.

"Kelihatannya dia ngerasa susah ini ngurusin-nya," jelas Mujiyono.

Mujiyono mengaku belum mengetahui apakah Anies Baswedan sudah menunjuk pelaksana tugas (Plt) selepas mundurnya Pujiono. Namun, ia meminta agar Anies menunjuk sosok yang memiliki kemampuan penanganan aset.

"Pesan saya, siapapun yang jadi Plt harus punya kemampuan penanganan aset," imbuhnya.


s: cnnindonesia.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy