Polemik Pidato Jokowi, Teddy Gusnaidi: Karena Babi, MUI Bisa Menghasilkan Uang



IDEANEWSINDO.COM - Dewan Pakar PKPI, Teddy Gusnaidi turur menyoroti ihwal pidato Presiden Jokowi yang menyebut bipang ambawang sebagai salah satu menu lebaran Idul Fitri di Indonesia.

Ternyata, pidato Presiden Jokowi tersebut menimbulkan polemik berkepanjangan karena bipang ambawang sendiri diolah dari bahan baku yang diharamkan umat Islam yaitu babi.

Polemik bipang ambawang ini membuat Teddy Gusnaidi teringat akan momen penelitian ilmiah pada tahun 1987.

Pada tahun 1987, menurut Teddy Gusnaidi, di Indonesia sempat terjadi sebuah penelitian ilmiah terhadap beberapa produk makanan yang diduga mengandung babi.

“Loh, ini ilmiah.. jadi di tahun 1987, dilakukan penelitian terhadap beberapa produk makanan, kata Teddy Gusnaidi yang dikutip Galamedia dari akun Twitter pribadinya, @TeddyGusnaidi, Minggu 9 Mei 2021.

Hasilnya, menurut Teddy Gusnaidi, penelitian ilmiah tersebut berhasil mengungkap bahwa produk makanan tersebut terkandung lemak babi.

“Dari penelitian itu ditemukan ada mengandung lemak babi,” ungkap Teddy Gusnaidi.

Dari hasil penelitian itulah, menurut Teddy Gusnaidi, terbentuk sertifikasi halal dari MUI.

“Dari situ lahirlah sertifikasi halal dari LSM MUI,” jelas Teddy Gusnaidi.

Maka dari itu, Teddy Gusnaidi menganggap bahwa babi memiliki jasa yang besar untuk LSM MUI.

Hal tersebut, menurut Teddy Gusnaidi, disebabkan karena LSM MUI secara tidak langsung mendapatkan pundi-pundi uang dari hasil sertifikasi halal tersebut.

“Karena babi lah sehingga LSM MUI bisa menghasilkan uang,” pungkas Teddy Gusnaidi.


s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy