Viral Anggota TNI Serda Nurhadi Diserang Debt Collector, Polisi dan Kodam Jaya Bergerak



IDEANEWSINDO.COM - Viral anggota TNI yang bernama Serda Nurhadi diserang debt collector.

Pada video yang beredar, Serda Nurhadi yang sedang menyetir mobil dihentikan paksa oleh sejumlah pemuda tim Mata Elang.

Selanjutnya, para pemuda debt collector itu mengempung dan juga membentak-bentak anggota TNI Serda Nurhadi.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS membenarkan adanya peristiwa itu.

Dia menyebut Serda Nurhadi merupakan Babinsa Ramil Semper Timur II/05 Kodim 0502/Jakarta Utara.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/5) siang di Gerbang Tol Kebun Bawang, Jakarta Utara.

Kronologi kejadian, Serda Nurhadi saat di Kantor Kelurahan Semper Timur mendapat laporan ada kendaraan dikerubuti sekitar 10 orang.

Aksi para pemuda di gerbang tol yang ingin merampas mobil putih itu akhirnya menyebabkan kemacetan.

Serda Nurhadi mendekat ke lokasi, dan melihat di mobil itu anak kecil dan seorang yang sakit.

Ada juga beberapa orang lagi di dalam mobil tersebut.

Serda Nurhadi yang berseragam PDL loreng berinisiatif mengambil alih kemudi mobil.

Ia ingin membantu mengantarkan mereka ke Rumah Sakit lewat jalan Tol Koja Barat.

Tapi mobil tersebut tetap dikepung oleh debt collector kelompok penagih utang tersebut.

Akhirnya Nurhadi mengarahkan mobil ke Polres Metro Jakarta Utara karena melihat kondisi yang makin panas.

“Serda Nurhadi terpanggil membantu warga yang sedang sakit. Dia tidak mengetahui kondisi mobil bermasalah (menunggak cicilan),” ungkap Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS.

Mobil jenis Honda Mobilio Nopol B 2638 BZK warna putih itu kini berada di kantor polisi.

Permasalahan ini sedang ditangani Polres Metro Jakarta Utara dan Kodim 0502/Jakut.

Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi mengatakan saat ini para debt collector itu sedang dikejar polisi.

"Sedang kami lakukan pengejaran," kata Nasriadi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Jakarta, Sabtu malam.

Mobil yang dikejar para penagih utang itu, ungkapnya, diamankan di Markas Polres Metro Jakarta Utara.

"Mobil telah diamankan di Polres sehingga para debt collector itu enggak jadi mengambil mobilnya," kata Nasriadi pula.

Lantas, bolehkan merampas kendaraan yang sedang bermasalah dalam pembayaran cicilan?

MK sudah memutuskan, perusahaan pembiayaan seperti leasing tidak bisa menarik obyek seperti kendaraan atau rumah secara sepihak.

Pada 6 Januari 2020 lalu, MK menyatakan perusahaan kreditur harus meminta permohonan eksekusi lebih dahulu ke pengadilan negeri.

"Penerima hak fidusia (kreditur) tidak boleh melakukan eksekusi sendiri, harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri," demikian bunyi Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019.

Namun perusahaan bisa boleh menarik onjek tanpa lewat pengadilan dengan syarat debitur sukarela menyerahkan kendaraan.

"Sepanjang pemberi hak fidusia (debitur) telah mengakui adanya cidera janji (wanprestasi) dan secara sukarela menyerahkan benda yang menjadi obyek dalam perjanjian fidusia, menjadi kewenangan sepenuhnya bagi penerima fidusia untuk dapat melakukan eksekusi sendiri (parate eksekusi)," lanjut MK.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus meminta pemilik kendaraan maupun rumah agar melapor ke polisi bila dirampas semena-mena tanpa melalui pengadilan.

Pihak leasing dianggap melanggar hukum jika melakukan perampasan lewat debt collector.


s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy