Dua Anggota KKB Papua Menyerah Karena Capek dan Sering Kelaparan, Serahkan Senjata Api ke Polisi



IDEANEWSINDO.COM - Dua anggota KKB Papua Dikabarkan menyerah dan sudah menyerahkan senjata ke polisi.

Kondisi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua selama di hutan dibocorkan anggotanya yang menyerah, sedikit makan hingga sering lapar.

Mantan anggota KKB pimpinan Purom Wenda di Lanny Jaya, Papua memberikan pengakuannya setelah tak tahan lagi.

Hal ini dikutip Tribun-Papua.com dari akun Instagram Wakasatgas Humas Ops Nemangkawi AKBP Arief Fajar Satria, Sabtu (19/6/2021).

Sosok bernama Delison Talenggeng tersebut kini telah lepas dari KKB dan kembali ke NKRI.

Delison mengaku telah mendukung TNI-Polri yang saat ini berusaha melindungi warga di Papua.

Dalam penuturannya, ia mengatakan lelah menjadi anggota KKB.

Tak hanya sulit makan, ia tak bisa ke pemukiman dan hanya bisa berdiam di hutan.

"Saya capek, capek menjadi OPM. Susah cari makan. Hanya bisa tinggal di gunung. Tidak bisa masuk kota," ujarnya saat ditanyai oleh seorang anggota polisi.

"Hanya bisa membuat keresahan di masyarakat."

Ia mengaku, saat itu kelompoknya hanya memiliki makanan yang sedikit.

Sehingga terkadang tidak bisa makan apapun dan kelaparan.

"Makan sedikit. Lapar."

"Sekarang saya sudah lepaskan OPM, Saya senang kembali ke NKRI," ungkapnya.

2 Anggota KKB Purom Wenda Serahkan Diri

Sebelumnya, pada Kamis (15/4/2021) lalu, dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Lanny Jaya, Papua, menyerahkan diri.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengemukakan, tak hanya menyerahkan diri, kedua anggota KKB itu juga menyerahkan satu pucuk senjara api jenis revolver kepada aparat.

Penyerahan senjata tersebut adalah satu syarat supaya keduanya dapat kembali ke tengah masyarakat.

"Kalau dia mau kembali ke masyarakat, syaratnya senjata harus dikembalikan akan ada pengampunan dan (harapannya) dia mengajak teman-teman yang lain kembali ke masyarakat," tutur Kapolda, Kamis (15/4/2021).

Fahiri menjelaskan, dua anggota KKB itu sebelumnya tergabung dalam kelompok pimpinan Purom Wenda yang bermarkas di Kabupaten Lanny Jaya.

Menurutnya, dua anggota KKB itu tidak memiliki posisi strategis di kelompok mereka.

Di satu sisi, KKB yang dipimpin Purom Wenda dan Enden Wanimbo sudah sangat pasif.

"Kalau kita lihat mereka bukan siapa-siapa karena kalau lihat dari kelompok Purom Wenda dan Enden Wanimbo itu sudah kita tangkap dan sedang menjalani hukuman.

Kalau waimumnya (pemimpin) yang sadis itu pada 2014-2015 sudah kita tangkap," kata dia.

Fakhiri mengatakan, akan ada proses hukum terhadap kedua anggota KKB itu.

"Tentunya kami akan melihat perbuatan pidana apa yang pernah dilakukan," ujarnya.

Keduanya diharapkan bisa kembali memiliki kehidupan layak di tengah masyarakat.

"Kita jangan lagi membuat langkah-langkah yang membuat mereka kecewa akhirnya mereka keluar dan melakukan lagi hal-hal yang mereka lakukan dulu," tutur Fakhiri.


s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy