Anies: Karyawan Sektor Non-Esensial yang Diminta Tetap Masuk Lapor di JAKI



IDEANEWSINDO.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyayangkan masih banyaknya perusahaan yang tidak masuk kategori sektor esensial dan kritikal yang 'memaksa' karyawan masuk kerja. Padahal, dalam ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, perusahan non-esensial dan non-kritikal, wajib 650 work from home (WFH).

Disinyalir kemacetan yang terjadi di sejumlah ruas jalan yang berada di sekitar pos penyekatan mobilitas masyarakat terjadi karena banyaknya perusahaan yang masih memaksa karyawannya masuk kerja. Anies meminta karyawan untuk melaporkan melalui aplikasi JAKI jika perusahaan masih memaksa karyawan masuk kerja.

"Bagi karyawan yang bekerja di sektor non-esensial dan perusahaannya memaksa untuk bekerja, laporkan lewat JAKI. Anda laporkan di situ. Biar nanti tim kita bertindak," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/7/2021).

Anies mengingatkan semua pihak harus ambil tanggung jawab dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 yang semakin mengganas di Jakarta. Termasuk, kata Anies perusahaan atau dunia usaha.

"Perusahaan-perusahaan (wajib) mentaati keputusan pemerintah. Pemerintah telah menetapkan hanya sektor esensial dan sektor kritikal yang bisa berkegiatan di masa PPKM darurat," tandas dia.

Anies mengatakan, pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat bukan bertujuan untuk membuat Jakarta kosong atau lenggang. Menurut dia, pembatasan ini dilakukan dalam rangka menyelamatkan masyarakat dari keterpaparan Covid-19.

"Ini bukan membatasi untuk mengosongkan kota Jakarta, untuk membuat lalu lintas menjadi lengang. Ini untuk menyelamatkan. Ini gerakan penyelamatan warga. Jadi mari kita ikut menjadi bagian dari penyelamatan," jelas Anies.

Perusahaan diminta tidak egois dengan tetap memaksa karyawannya masuk kerja. Perusahaan harus mengambil bagian dalam misi penyelamatan masyarakat dari Covid-19.

"Kasihan para karyawan kalau pimpinan perusahaannya terus memaksakan mereka harus masuk padahal bukan sektor esensial," pungkas Anies.


s: beritasatu.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy