Emak-emak di Padang Viral Ngaku Tak Takut Corona Minta Maaf



IDEANEWSINDO.COM - Pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di sebuah restoran di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), berbuntut panjang. Emak-emak yang membuat video viral tersebut pun meminta maaf.

Perempuan itu mengaku bernama Yulianti. Dia membuat video berisi protes terkait kebijakan prokes yang ditetapkan pemerintah saat berada di restoran tersebut.

"Saya yang bernama Yulianti yang bikin video di Bebek Sawah, saya meminta maaf khususnya Pemerintah Kota Padang dan masyarakat Indonesia. Saya bikin video cuma canda-candaan. Mohon maaf ya pemilik rumah makan Bebek Sawah," kata Yulianti dalam sebuah video seperti dilihat, Senin (5/7/2021).

Selain kepada pemilik restoran, Yulianti juga meminta maaf kepada masyarakat seluruh Tanah Air.

"Jangan diperpanjang permasalahan ini," harap dia.

Video berdurasi 1 menit 4 detik yang dibuat Yulianti viral di berbagai sosial media. Video memperlihatkan kondisi sebuah restoran tempat ia dan teman-temannya makan, penuh pengunjung dan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Sambil memperlihatkan suasana restoran yang penuh, ia juga memprotes kebijakan protokol kesehatan dan menyebut pemerintah zalim. Yulianti juga mengklaim warga Padang tidak takut Corona

"Padang aman, tidak takut sama Corona. Takutnya sama kolor si Nana," katanya.

"Padang kota bebas, makan apa aja kita nggak ada yang di-lockdown dan nggak ada pembatasan dan sekat-sekat," tambah dia.

"Kenapa kita di Jakarta pada panik semua. Udah, jangan panik. Terus saja lawan, pemerintah zolim. Selamat makan teman-teman semua," kata Yulianti.

Akibat video tersebut, ia harus berhadapan dengan aparat kepolisian.

Bagaimana tanggapan polisi terkait permintaan maaf Yulianti? Simak di halaman selanjutnya.

Tanggapan Polda Sumbar
Sementara itu, secara terpisah, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto mengaku sudah melihat video permintaan maaf Yulianti. Polisi tengah menyelidiki dugaan pelanggaran dari kerumunan di restoran dan video viral tersebut.

"Sudah. Kami sudah lihat," kata Kombes Bayu Satake saat dimintai konfirmasi detikcom.

"Video itu tidak akan akan mempengaruhi proses (hukum) yang sedang berlangsung. Ibu itu kita jerat dengan UU ITE dan KUHP. Kalaupun ada video permintaan maaf, paling hanya untuk meringankan saja," katanya.

Pengelola Restoran Dipanggil Satpol PP-Polisi
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang memanggil pengelola restoran 'Bebek Sawah' yang sempat viral di media sosial karena tidak menerapkan protokol kesehatan, sehingga muncul kerumunan saat makan di restoran itu.

Kepala Bidang P3D Satpol PP Kota Padang Bambang Suprianto mengatakan, menanggapi laporan masyarakat mengenai pelanggaran protokol kesehatan, pihaknya memanggil pengelola pada Minggu (4/7/2021). Ia menjelaskan kepada pengelola usaha Bebek Sawah mengenai Perda No 11 Tahun 2005 tentang Trantibum dan Perda No. 01 Tahun 2021 tentang Adaptasi Kehidupan Baru.

"Tidak hanya itu, pengelola Restoran Bebek Sawah diberi surat panggilan ke kantor Satpol PP Kota Padang pada Senin (5/7)," katanya seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan pengelola maupun pengunjung tempat umum ataupun restoran diminta terus meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Polresta Padang juga menindaklanjuti video viral soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan di restoran tersebut.

Kapolresta Padang Kombes Imran Amir mengatakan pengelola dipanggil dan diperiksa pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait video yang beredar.

"Klarifikasi tentang video tersebut," kata dia.


s: detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy