HEBOH Rekaman Ruslan Buton Minta Jokowi Mundur Kembali Beredar!



IDEANEWSINDO.COM - Rekaman audio mantan anggota TNI bernama Ruslan Buton yang meminta Presiden Jokowi mundur kembali beredar di media sosial.

Sebelumnya rekaman itu beredar tahun 2020 lalu hingga berbuntut ditangkapnya Ruslan di Sulawesi Tenggaran (Sultra).

Kini, Berdasarkan amatan iNSulteng.com, Rabu 21 Juli 2021 beberapa hari terakhir rekaman lama itu kembali dibagikan berulang ulang oleh netizen di berbagai media sosial.

Salah satunya di Facebook misalnya, rekaman ini kembali membuat heboh kalangan masyarakat di media sosial.

Salah satu akun Facebook yang membagikan audio suara Ruslan Buton itu adalah M Rizal, dia membagikan salah satu grup Facebook.

Dalam rekaman itu awlanya memperlihatkan video Ruslan sedang memaparkan soal TKA China yang masuk Indonesia tanpa paspor, dia merasa Komunis bangkit.

“Saya merasakan kebangkitan komunis, sejak beberapa tahun yang lalu, sejak dihilangkannya (pelajaran) sejarah perjuangan bangsa, generasi muda kita tidak tahu sejarah, mereka, PKI itu apa, enggak berbahaya, bagi saya sangat membahayakan,” jelasnya.

“Ancaman PKI, saya bercerita sedikit pak, para pekerja China, TKA China yang masuk Indonesia ini ancaman pak. Saya dari Tranate tugas terakhir sebagai Komandan Kompi Raider, setiap saya pulang jam 02 malam penerbangan di Bandara itu hampir penuh dengan orang-orang China, tidak bisa berbahasa Indonesia,” jelasnya.

Lanjut, disusul audio Ruslan yang menyampaikan pesan terbuka kepada Presiden Jokowi untuk mundur dari jabatannya.

Audio yang dibuat oleh Ruslan yang kemudian dikemas dalam bentuk video itu pada 18 Mei 2020.

Ruslan menilai tata kelola berbangsa dan bernegara di tengah pandemi corona sulit diterima oleh akal sehat. Ruslan juga mengkritisi kepemimpinan Jokowi.

Solusi terbaik untuk menyelamatkan bangsa kata Ruslan, adalah Jokowi rela mundur dari jabatannya.

Namun bila tidak mundur kata dia akan terjadi gelombang gerakan revolusi.

“Bukan menjadi sebuah keniscayaan akan terjadinya gelombang gerakan revolusi rakyat dari seluruh elemen masyarakat," tutur Ruslan di video itu.

Kala itu Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid angkat bicara dan menganggap Ruslan Buton diduga menyebarkan berita bohong.

“Kebencian berdasarkan SARA dan penghinaan pada penguasa melalui surat dan audio yang viral di media sosial,” ujar Muannas.

“Berita bohong jelas terlihat dalam surat dan audio Ruslan Buton dalam kalimat "Saya Ruslan Buton, mewakili suara seluruh Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia...,” katanya.

“Ini berita bohong karena Ruslan Buton berbohong dengan mengatasnamakan mewakili suara seluruh WNI,” paparnya.

Sementara itu hingga kini masyarakat masih berkomentar atas pernyataan Ruslan itu, ada yang setuju ada yang tidak setuju.

“Indonesia sdh d jual komdan.kita tingal numpang saja d negri pertiwi ini,” ujar pengguna facebook M D*ufri.

“Presiden di pilih oleh mayoritas rakyat,” ujar Brahma Murta.


s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy