Reaksi Anies Baswedan Soal Rencana Pemanggilan KPK di Kasus Korupsi Pengadaan Lahan



IDEANEWSINDO.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan berkomentar mengenai rencana pemanggilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus lahan Munjul, Cakung, Jakarta Timur.

Anies Baswedan hanya mengacungi jempol wartawan yang menanyakan rencana pemanggilan dirinya oleh KPK.

"Cukup ya," ujar Anies Baswedan sambil mengacungi jempol dan meninggalkan lokasi sentra vaksinasi di SDN Cempaka Putih Barat 5, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Juli 2021.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, dirinya memahami keinginan dan harapan masyarakat agar ada penuntasan perkara-perkara korupsi termasuk kasus korupsi dilingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Langkah pemanggilan terhadap Anies Baswedan tentu dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan penyidikan.

Termasuk melengkapi alat bukti, atau memberi keterangan sebagai saksi berkaitan tersangka sebelumnya dalam perkara ini sehingga bisa ditemukan potensi pengembangan baru dari kasus tersebut.

Firli menyebutkan, KPK tidak pernah ragu dan pandang bulu untuk menyelesaikan perkara korupsi.

"Siapun dan apapun status jabatan seseorang," ujar dia.

Dia lantas, memang akan menjadwalkan untuk pemanggilan para pihak yang terkait pada perkara korupsi pengadaan lahan di DKI Jakarta.

Hanya dia meminta agar KPK diberi waktu untuk bekerja. Pada saatnya kata dia KPK akan menyampaikan kepada publik secepatnya.

"Mungkin minggu ini atau minggu depan. Semua sangat bergantung pada proses yang berlangsung, tapi KPK terus melakukan yang terbaik," kata dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berkomentar mengenai rencana pemanggilan Anies Baswedan oleh KPK.

"Saya kira KPK sudah mengerti SOP dan prosedur," ujar dia.

Dia tidak ingin mencampuri KPK yang pasti bertindak dan memutuskan sesuai dengan kewenangan dan dengan cara yang adil dan bijak.

"Terkait pak Anies, saya pribadi meyakini pak anies tidak terlibat dengan masalah-masalah seperti itu," kata dia.


s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy