Seruan 'Saatnya Rakyat Bangkit', 'Turunkan Rezim Buruk', Rachland Nashidik: Dulu Demo Begini Nyata



IDEANEWSINDO.COM - Nama Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali jadi perbincangan publik.

Isu yang ramai adalah soal perbedaan unjuk rasa di zaman Presiden Joko Widodo alias Jokowi saat ini dan era 10 tahun masa pemerintahan SBY.

Seruan-seruan atau jargon saat demonstrasi di masa SBY pun viral. 'Saatnya Rakyat Bangkit', 'Turunkan Rezim Busuk', 'BBM naik! Tumbangkan rezik SBY neolib'.

Kemudian ada jargon milik partai oposisi saat itu. 'PDI Perjuangan bersama rakyat menolak kenaikan harga BBM'.

Atas kondisi saat ini terkait perbedaan 'nuansa' unjuk rasa, Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik mencoba mengenang masa unjuk rasa besar-besaran di era SBY.

Satu di antara foto dibagikan Rachland Nashidik. Tampak jelas spanduk yang dibawa pendemo bertuliskan, 'Turunkan Rezim Busuk, Tangkap dan Gantung SBY-Boediono'.

Rachland pun membagikan tiga foto lainnya. Saat itu pengunjuk rasa tengah protes soal kenaikan harga BBM di era kepemimpinan SBY.

Lantas Rachland menyebut, jika masa SBY, menyampaikan aspirasi dengan berunjuk rasa sangat leluasa.

Jika dilihat dari foto-foto demonstrasi di zaman SBY ini, kata dia, menunjukkan keleluasaan dalam kebebasan berpolitik.

“Dulu demo begini nyata. Terang-terangan beroposisi,” katanya seperti dilihat dari akun Twitter RachlanNashidik pada Selasa, 27 Juli 2021.

“Bukan sebaliknya: kampanye disinformasi anonim berbau pro pemerintah untuk memfitnah dan mendiskreditkan oposisi,” tuturnya menambahkan.

Rachland pun mengingatkan kembali terkait stetmen SBY tentang pendemo pemerntah.

“Menurut SBY, pelakunya tidak perlu dipidana. SBY mengutarakan bahwa ia tidak ingin ada orang dipenjara hanya karena menghina dirinya, termasuk membakar fotonya,” ucapnya.


s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy