Terjadi Lagi, Bobby Nasution Pecat Pejabat yang Diduga Lakukan Pungli, Begini Pengakuannya



IDEANEWSINDO.COM - Wali Kota Medan, Bobby Nasution kembali mencopot pejabat di lingkungan pemerintahannya.

Dilansir TribunWow.com, terbaru, Bobby mencopot Camat Medan Maimun Muhammad Yasir Rizka.

Sama dengan pejabat lain yang dicopot Bobby, Maimun disebut-sebut juga diduga melakukan pungutan liar (pungli).

Saat dikonfirmasi, Bobby pun membenarkan kabar tersebut.

"Itu sebentar aja dicopotnya," ucap Bobby, dikutip dari Kompas.com, Senin (5/7/2021).

Bobby menjelaskan pencopotan Maimun itu hanya bersifat sementara.

Menurutnya, pencopotan itu dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan Inspektorat Kota Medan.

Namun, Bobby enggan menjelaskan pemeriksaan apa yang dimaksudnya.

"Karena memang kebutuhan dari inspektorat untuk melakukan sesuatu perihal. Nah, kita berhentikan tugasnya sementara, mudah-mudahan bisa cepatlah stasusnya," terang Bobby.

Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu pun enggan berbicara lebih banyak terkait pencopotan Maimun.

"Nanti inspektorat yang menjawab. Bukan saya yang memeriksa."

Pejabat Lain yang Dipecat Bobby

Viral di media sosial video detik-detik Wali Kota Medan Bobby Nasution ngamuk atas ulah oknum lurah, yang melakukan pungutan liar (pungli).

Meski salah, oknum lurah itu bahkan terus ngeyel bahwa tindakannya benar.

Lurah Sidorame Timur, Hermanto, itu juga tampak mendebat Bobby Nasution, dengan mengatakan warga memberinya uang secara sukarela.

Adu mulut antara menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan lurah tersebut terjadi di hadapan beberapa warga yang tengah mengurus keperluan surat menyurat.

Saat itu secara kebentulan Wali Kota Medan Bobby Nasution memang tengah melakukan sidak.

Dalam sidak itulah, Bobby Nasution mendapati bahwa Lurah Sidorame Timur dan Kepala Seksi Pembangunan Dina Sumanjuntak diduga melakukan pungli, Jumat (23/4/2021).

Seperti dikutip Sripoku.com dari video Tribun Medan, debat alias adu mulut Bobby versus Lurah Sidorame Timur ini, bermula dari laporan warga kepada sang wali kota.

Lalu Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan melakukan sidak langsung dan secara kebetulan bertemu dengan warga yang hendak mengurus perizinan.

Bobby kaget karena orang yang mengurus surat menyurat itu harus membayar lebih dari tarif yang ditetapkan. Hal inilah yang membuat Bobby marah dan memanggil Lurat Sidorame Timur.

Di hadapan Lurah, Bobby bertanya kepaa warga yang diketaui bernama Kepling, yang mengakui jika dia dan warga saat mengurus dokumen dan surat lainnya membayar di atas Rp 50 ribu, termasuk untuk pengurusan SKU.

"Sejauh ini warga saya harus bayar Rp 50 ribu ke atas, untuk terbaru untuk pengurusan SKU," jelasnya.

Bobby pun langsung konfirmasi ke sang Lurah dan menengur.

"Enggak boleh pak, bapak siapa sih yang ngajarin kayak gitu," kata Bobby.

Suami Kahiyang Ayu ini pun kemudian menegur bahwa hal itu salah dan itu seperti pungli.

Namun Lurah Sidorame Timur ini mendebat Bobby, bahwa tindakannya tidak salah dan karena tak ada pemaksaan dan memberi seikhlasnya.

"Maksudnya saya jujur pak. Tidak saya patok-patok (menentukan tarif)," ujar Hermanto.

Melihat ini Bobby pun marah dan selaki menegaskan bahwa tindakan itu merupakan pungli.

Dia akan tetap memecat Lurah yang sudah melakukan pungli tersebut.

Lurah Sidorame Timur Hermanto dan Kasi Pembangunan Dina Simanjuntak pun langsung dicopot dari jabatannya untuk sementara waktu sembari investigasi dari internal Pemko Medan dilakukan.

"Masyarakat sudah susah kok dimintai uang lagi pak. Bahaya loh ini. Saya tidak suka kalau begini caranya," kata Bobby kepada Lurah.

Lurah lalu tak mengaku sembari membantah tuduhan pungli yang dialamatkan kepadanya dan jajarannya.

Maka Bobby Nasution pun mengeluarkan rekaman yang diterimanya dari masyarakat.

"Jadi bapak tidak ada pungli, tidak ngaku? Ini saya ada rekamannya loh, kita buka ya video dan rekaman suaranya," kata Bobby lantas menunjukkan rekaman yang menampilkan permintaan sejumlah uang kepada masyarakat yang ingin mengurus sesuatu.

"Ini jelas suara ibu juga ada, kok bilang jangan mau diatur masyarakat? Jadi siapa lagi yang mengatur kita kalau bukan masyarakat."

"Kita kan bekerja untuk melayani, jangan malah dikutip uang begitu, walau bahasanya seikhlas hati itu tidak benar," lanjut Menantu Presiden Jokowi itu.

Demi memutus mata rantai pungki di Kelurahan Sidorame Timur tersebut, Bobby pun langsung mencopot jabatan Lurah dan Kasi Pembangunan.

"Sudah bapak jangan jadi lurah lagi. Ibu juga," tegas Bobby.

Bobby memberikan nasehit kepada Lurah ini bahwa tindakan itu salah dan berbahaya, karena melanggar hukum.

Apalagi di tengah kondisi saat ini masyarakat serba kekurangan.


s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy