Ternyata Ardi Bakrie Baru Rugi Uang Miliaran, Pemicu Nyabu bareng Istri? Nia Ramadhani Terancam Bui



IDEANEWSINDO.COM - Sebelum berakhir ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkoba, Ardi Bakrie ternyata baru saja alami kerugian.

Banyak kemudian asumsi yang menyebut hal ini menjadi pemicu tindakannya bersama istri.

Ardi Bakrie diketahui seorang pengusaha yang disebut konglomerat karena lahir dari jajaran orang berpengaruh seperti Aburizal Bakrie.

Nia Ramadhani sendiri menjadi trending topik hangat dari Rabu hingga Kamis hari ini (8/7/2021).

Penangkapan keduanya tidak dibantah pihak anak-anak Aburizal Bakrie itu.

Menilik lebih dalam, motif penggunaan sabu oleh Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, keduanya menyebutkan adanya tekanan pekerjaan.

Hal itu dijelaskan kembali oleh pihak kepolisian dalam konferensi pers pada Kamis siang.

Akhirnya banyak fans yang mulai mengupas dan mengaitkan pekerjaan apa yang sedang berat dihadapi oleh kedua pasangan publik figur itu.

Dilansir dari TribunJateng perusahaan milik keluarga Ardi Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) alami kerugian Rp 279,09 miliar pada kuartal I 2020. 

Padahal diketahui perusahaan itu masih mendapatkan laba bersih Rp 36,78 miliar pada kuartal pertama 2020. 

Bahkan, di tahun 2019, perusahaan ini sempat mendapat laba bersih senilai Rp 852,9 miliar. 

Terlihat pada tahun 2019, perusahaan ini mencatatkan tren yang positif.

Hal ini terjadi setelah pada tahun-tahun sebelumnya, perusahaan ini belum mendapatkan keuntungan. 

Pada tahun 2018, perusahaan ini mencatatkan kerugian hingga Rp 1,25 triliun. 

Perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Ardi Bakrie ini bukanlah perusahaan biasa. 

Perusahaan yang sudah berusia 74 tahun ini bergerak di berbagai bidang. 

Mulai dari pertambangan, migas, infrastruktur, dan properti.

Tak hanya itu, perusahaan ini juga bergerak di bidang media dan telekomunikasi.  

Untuk dalam bidang properti saja, keluarga Bakrie ini sudah memiliki belasan hotel dan apartemen mewah. 

Perusahaan yang dibangun oleh Achmad Bakrie ini, sekarang dipegang oleh generasi ketiga dari keluarga Bakrie. 

Ketua dari generasi ketiga ini dipercayakan pada cucu tertua dan kakak Ardi Bakrie, Anindya Bakrie.

Benarkah tekanan pekerjaan tersebut yang memicu penggunaan sabu-sabu yang dikonsumsi oleh Ardi Bakrie?

Sementara, pengakuan tekanan pekerjaan memang disampaikan oleh Nia Ramadhani maupun Ardi Bakrie.

Hal tersebut seperti yang diungkap kepolisian dalam acara konferensi pers, Kamis (8/7/2021).

Melalui konferensi pers, Kamis (8/7/2021), Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus memberikan keterangan.

Ia menuturkan bahwa Nia Ramadhani alias NR atau RA (Ramadhania Ardiansyah) dan Ardi Bakrie alias AB atau AAB (Anindra Ardiansyah Bakrie) ditangkap berdasarkan pengakuan sopirnya, ZN.

Nia Ramadhani diciduk saat sedang berada di rumahnya di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (7/7/2021), sekitar pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, Ardi Bakrie menyusul menyerahkan diri ke Polda Metro Jakarta Pusat pada pukul 20.00 WIB.

Bersama ZN, keduanya menjalani tes urine yang menyatakan positif mengonsumsi sabu-sabu.

Baik Nia Ramadhani maupun Ardi Bakrie mengaku baru menggunakan benda tersebut selama sekitar lima bulan.

Sementara itu, motif penggunaan sabu-sabu tersebut adalah karena adanya tekanan pekerjaan.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan perekonomian menurun.

"Kalau penyampaian awal, memang di masa pandemi ini dia menggunakan apalagi dia suami istri," tutur Yusri.

"Kemudian juga dengan tekanan kerja yang banyak, itu alasan-alasan klasik."

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran pada sosok yang menjual obat terlarang itu.

Diduga, pemasok tersebut juga menjual sabu-sabu pada artis-artis lainnya.

"Kami akan terus mendalami, kami akan kejar terus, mudah-mudahan pemasoknya dapat," harap Yusri.

"Apakah kemungkinan dia juga untuk para artis atau publik figur yang lain, nanti kita tunggu hasilnya seperti apa."

Barang bukti yang berhasil di dapat adalah sebungkus sabu-sabu seberat 0,78 gram dan satu buah bong alias alat hisap yang ada di rumah keduanya.

Yusri pun membeberkan harga sebungkus sabu-sabu yang digunakan Nia Ramadhani mencapai Rp 1,5 juta.

"Harganya per satu klip begini, itu  Rp 1,5 juta," beber Yusri.

Atas kesalahannya, ketiga sosok tersebut dijerat pasal 127, undang-undang nomor 35 tahun 2009.

Namun, pasal yang dijeratkan tersebut masih bisa ditambah jika polisi menemukan pelanggaran lainnya.

Menurut keterangan polisi, Nia Ramadhani kini terancam penjara sekitar 4 tahun.


s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy