Biodata dan Profil Fadli Zon Lengkap dengan Karier, Pendidikan, Penghargaan, Keluarga, Karya, Fakta Unik



IDEANEWSINDO.COM - Siapa yang tidak mengenal salah satu politikus ternama Tanah Air, Fadli Zon?

Seperti diketahui, Fadli Zon dikenal sebagai sosok oposisi yang cukup aktif dan kritis dalam mengkritik pemerintah.

Mengenal lebih jauh tentang Fadli Zon, simak profil dan biodata lengkapnya seperti diragkum PortalJember.com dari berbagai sumber berikut.

Nama lengkap: Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 1 Juni 1971
Agama: Islam
Kewarganegaraan: Indonesia
Orangtua: Zon Harjo (alm) dan Hj. Ellyda Yatim
Pasangan: Katharine Grace
Anak: Shafa Sabila Fadli dan Zara Saladina Fadli
Instagram: @fadlizon
YouTube: Fadli Zon Official

Keluarga

Fadli merupakan putra pertama dari tiga bersaudara. Fadli dibesarkan di desa Cisarua-Bogor.

Fadli suka membaca sejak kecil, berorganisasi dan karya tulis. Fadli pernah menang lomba pidato, baca dan tulis puisi, drama, karya tulis, karya ilmiah, hingga matematika.

Saat remaja, Ayah Fadli meninggal dunia karena kecelakaan. Sejak saat itu, Fadli berupaya untuk mendapatkan beasiswa agar bisa berpendidikan tinggi.

Pendidikan

Fadli menempuh pendidikan di SDN Cibeureum 3 Bogor, Jawa Barat, SMP Fajar Jakarta Timur dan SMA Negeri 31, Jakarta Timur.

Selain itu, Fadli Zon juga pernah menempuh pendidikan SMA di Amerika Serikat tepatnya Harlandale High School Texas USA.

Saat masih SMA, Fadli pernah menjadi Ketua Kelompok Ilmiah Remaja dan juara I mengarang se-DKI.

Selanjutnya, Fadli menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi sebagai berikut.

AFS (American Field Service) San Antonio, Texas, Amerika Serikat
Program Studi Rusia, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI)
Master of Science (M.Sc) Development Studies dari The London 2002 School of Economics and Political Science (LSE) Inggris
S3 di Program Studi Sejarah FIB UI

Fadli telah menjadi aktivis mahasiswa sejak awal 1990-an. Saat kuliah, Fadli aktif mengikuti berbagai organisasi intra dan ekstra kampus, antara lain sebagai berikut:

1991-1994 Wakil Ketua Yayasan BESTARI
1992-1993 Ketua Biro Pendidikan Senat Mahasiswa FSUI
1993 Sekretaris Umum Senat Mahasiswa FSUI
1993 Redaktur dan Dewan Redaksi majalah sastra Horison
1993-1994 Ketua Komisi Hubungan Luar Senat Mahasiswa UI
1993-1995 Sekjen dan Presiden Indonesian Student Association for International Studies (ISAFIS)
1994-1996 Tim Pelaksana di FDI (Forum Dialog Indonesia)
1995-1997 Direktur Eksekutif Center for Policy and Development Studies, lembaga think tank dan penelitian
1996-1999 Pengurus Pusat KNPI
1996-1999 Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam
1996 Anggota Asian Conference on Religion and Peace (ACRP)
Teater Sastra UI
2002-2003 Aktivis di LSE Stop the War Coalition yang menentang invasi AS ke Irak

Tak hanya itu, Fadli juga sering memimpin demonstrasi mahasiswa UI dalam isu-isu nasional dan internasional, memimpin jaringan aktivis mahasiswa di Jawa dan mengusung gagasan ”Gerakan Mahasiswa 1990-an”.

Selain mendukung ”parlemen jalanan,” Fadli juga turut membentuk dan menghidupkan kelompok-kelompok studi di dalam kampus UI era awal 1990-an.

Pada 1990-1991, Fadli sempat menjadi wartawan pada tabloid IQRA & Majalah Suara Hidayatullah.

Pada 1991, Fadli menjadi wartawan pada harian Terbit. Kemudian menjadi redaksi dari Majalah Gema DHN Angkatan 45, Redaktur & Dewan Direksi Majalah Horison dan Redaktur Majalah Tajuk.

Pada 1993, Fadli menjadi ketua delegasi mahasiswa Indonesia dan panelis The 40th International Student Conference di Jepang.

Pada 1994 Fadli menjadi pembicara di Simposium Dinamika Gerakan Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan memimpin delegasi mahasiswa Indonesia dalam ASEAN Varsities Debate IV di Malaysia.

Masih 1994, Fadli menjadi ketua delegasi pemuda Indonesia dalam Korea-ASEAN Youth Cooperative Project dan menjadi peserta Saemaul Undong Training di Korea Selatan.

Pada 1995, Fadli menjadi visiting student di departemen politik National University of Singapore.

Pada 1995, Fadli juga menjadi observer gencatan senjata Filipina-Moro dan menjadi ketua delegasi Indonesia dalam ASEAN Youth Day Meeting IV di Filipina.

Pada 1995, Fadli menjadi pembicara dalam South East Asia University Student Conference di Malaysia.

Masih 1995, Fadli menjadi peserta World Friendship Week di Virginia, Amerika Serikat dan menjadi Delegasi Indonesia dalam Konferensi LSM ke-48 di Markas PBB, New York.

Pada 1996, Fadli menjadi Ketua Delegasi Indonesia dan pembicara dalam Asia-Pacific Youth Leadership Conference di Taipei, Taiwan.

Pada 1996, Fadli juga menjadi pembicara Seminar National Build-up and Literary Process in South East Asia di Moskow dan St. Petersburg, Rusia.

Masih 1996, Fadli ikut dalam Konferensi ACRP V di Thailand dan menjadi peserta Hitachi Young Leaders Initiative di Singapura pada 1997.Sejak 2005, Fadli sering diundang sebagai pengajar tamu di UI untuk program S1 dan S2 mata kuliah Ekonomi Politik dan International Development.

Fadli juga pernah membimbing skripsi mahasiswa dan menjadi pembicara dalam diskusi, seminar, konferensi serta training-training mahasiswa.

Karier Politik

Pada 1997-1999, Fadli menjadi anggota MPR RI dari golongan muda sekaligus sebagai asisten Badan Pekerja Panitia Ad Hoc I yang membuat GBHN.

Fadli menjadi pendiri untuk lembaga kajian publik dengan nama Institute for Policy Studies (IPS).

Pada 1998 Fadli mendirikan Partai Bulan Bintang (PBB) pada 2001 dan menjadi ketua partai hingga mundur pada 2001.

Fadli pernah menjadi Chairman of Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) atau Presiden Organisasi Parlemen Antikorupsi Sedunia.

Selain itu, berikut beberapa jabatan dari Fadli Zon.

Pada 2008, Fadli bergabung dan mendirikan serta menjabat Wakil Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bersama Prabowo Subianto
Menjabat sebagai Direktur Nusantara Energy Resources
Menjabat sebagai Direktur Umum Golden Spike
Menjabat sebagai Direktur Nusantara Energy
Menjabat sebagai Direktur PT Padi Nusantara
Pada 2007, Fadli menjabat sebagai Direktur Pengembangan Usaha PT Tindar Kerinci Agung
Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019

Fadli kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

Fadli pernah maju dalam Pemilu 2009 di daerah pemilihan Sumatera Barat II namun hanya mendapat 11.077 suara dan gagal ke Senayan.

Pada 2014, Fadli kembali maju dari Partai Gerindra di daerah pemilihan Jabar V dan mendapat 79.074 suara. Fadli pun berhasil menjadi anggota DPR.

Saat pemilihan Fadli terpilih menjadi wakil ketua DPR RI.

Fadli berada di Komisi II membidangi Pemerintahan dalam Negeri dan Otonomi Daerah, Aparatur dan Reformasi Birokrasi, Kepemiluan, Pertanahan dan Reforma Agraria.

Fadli sebagai oposisi aktif mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai tidak sesuai.

Selain politikus, Fadli juga menjadi budayawan. Fadli mendirikan Library di Jakarta Pusat.

Fadli juga mendirikan Rumah Budaya di Aie Angek, Tanah Datar, Sumatera Barat dan menjadi Ketua Lingkaran Keris Indonesia (Indonesia Keris Circle) untukn memajukan keris nusantara.

Pada 2015, Fadli menjadi Chairman of Global Organization of Parliamentarians Against Corruption (GOPAC) atau Presiden Organisasi Parlemen Antikorupsi Sedunia.

Bisnis

Sejak 1997, Fadli menjadi Direktur Institute for Policy Studies. Pada 1999-2001, Fadli menjalankan bisnis di Nusantara Energy Ltd.

Pada 2002-2005, Fadli menjadi Direktur Umum Golden Spike Energy Indonesia Ltd, perusahaan minyak dan gas swasta. Fadli menjadi Anggota Dewan Gula sejak 2005.

Sejak 2005, Fadli menjadi Direktur PT Padi Nusantara. Sejak 2007, Fadli juga menjadi Komisaris PT Tidar Kerinci Agung di Sumatera Barat.

Sejak 2007, Fadli menjadi Dewan Redaksi Majalah Tani Merdeka.

Karya

Gerakan Etnonasionalis: Bubarnya Imperium Uni Soviet (Sinar Harapan, 2002)
The IMF Game: The Role of the IMF in Bringing down the Soeharto Regime (IPS, 2004)
Politik Huru Hara Mei 1998 (buku best seller, 2004 diterbitkan oleh IPS)
Politics of May Riots 1998 (Solstice, 2004)
Mimpi-Mimpi Yang Kupelihara: Kumpulan Puisi 1983-1991 (Horison, 2010)

Puisi

Sajak Seekor Ikan
Air Mata Buaya
Raisopopo
Pasukan nasi bungkus
Sandiwara
Sajak Orang Hilang
Sajak Tentang Boneka

Penghargaan

1994 Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) I Universitas Indonesia dan Mahasiswa Berprestasi III tingkat Nasional
Fadli diangkat menjadi Datuk Bijo Dirajo Nan Kuning
2009 Gelar Tuanku Muda Pujangga Diraja, dari Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Minangkabau
2009 Tokoh Muda Inspiratif, Kompas
2009 Komunikator Terbaik Pilpres 2009 kategori Tim Kampanye/Tim Sukses, dari Strategi Aliansi Komunika
2011 Pemimpin Pancasila dari Yayasan Indonesia Satu
2011 Gelar Kanjeng Pangeran Kusumohadiningrat, dari Keraton Surakarta Hadiningrat
2020 Anugerah Bintang Mahaputera Nararya oleh Jokowi.

1. Fadli suka novel-novel Rusia.

2. Fadli suka mengkoleksi banyak keris.

3. Fadli pernah membuat puisi berjudul 'Ada Genderuwo di Istana' dan menyanyikan lagu 'Sontoloyo' yang berisi kritik pada pemerintah yang diunggah di Twitter.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy