Bukan Anies dan Ganjar, Prabowo Lebih Cocok Berduet dengan Sosok Ini, Pengamat : Baiknya Sosok Muda



IDEANEWSINDO.COM - Burasa calon presiden sudah mulai menghangat meski Pilpres baru akan digelar dua tahun lagi.

Sejumlah nama-nama potensial calon presiden pun mulai mengemuka.

Berbagai survei baik parpol maupun di luar elite parpol sudah mulai mengeluarkan sejumlah nama.

Dari hasil survei litbang Kompas, ada sejumlah tokoh yang masuk dalam bursa calon presiden.

Nama Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo ada di urutan teratas dengan presentase yang sama.

Kemudian disusul oleh Anies Baswedan dan Ridwan Kamil.

Sementara dalam Survei Charta Politika, elektabilitas tertinggi yakni Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil.

Keempat nama ini juga masing-masing sudah buka suara baik secara pribadi, melalui partai, atau lewat relawan.

Selain keempat nama itu, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengaku siap jadi cawapres Prabowo Subianto.

Bahkan nama Prabowo juga sempat disandingkan dengan Ganjar dan Puan Maharani.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya pun mengungkap sosok yang cocok menjadi cawapres Prabowo.

Ia pun menyebut dua nama yang menurutnya pantas, yakni Cak Imin dan Ridwan Kamil.

"Analisis saya kan hanya berdasarkan karakter personal branding seseorang yang dianggap cocok, yang bisa memberikan efek komplementer dari apa yang kurang dari sosok Pak Prabowo," kata Yunarto pada tayangan Apa Kabar Indonesia Malam, Jumat (22/10/2021).

Ia pun membeberkan kriterianya, yakni salah satunya sosok muda.

"Kemudian dia alangkah baiknya menurut saya dari latar belakang kepala daerah. Karena dia bisa menutupi keterbatasan ruang gerak Pak Prabowo yang hanya bisa bergerak saat ini sebagai sektoral sebagai menteri," jelasnya lagi.

Kemudian yang ketiga, lanjut Yunarto, terkait dengan bagaimana memiliki basis masa Islam.

"Kenapa? Simple, karena Pak Prabowo kita tahu secara personal branding lebih dikategorikan pemimpin nasionalis," ungkapnya.

"Saya menyebutkan ada nama sebetulnya bisa masuk dalam kategori itu, ada Ridwan Kamil walapun tidak punya partai," lanjut Yunarto.

Selain itu, calon lainnya yang mungkin yakni Anies Baswedan.

"Mungkin saja, walaupun pertanyaannya sekarang dalam kondisi berimbang, Anies Baswedan dengan Pak Prabowo, siapa yang mau jadi wakil, kan gak mungkin Pak Prabowo jadi wakil," ungkapnya.

Pada kategori tersebut, menurut dia, Cak Imin juga masuk meski elektabilitasnya belum tinggi dan belum masuk dalam survei.

"Tapi beliau memiliki barisan yang memang paling besar dalam konteks masa pemilih Islam yang dianggap mewakili NU. Tapi apakah sudah bisa dipastikan Cak Imin dianggap merepresentasikan seluruh masyarakat basis masa PKB? Itu yang jadi PR," bebernya.

Sebab berdasarkan survei, kata dia, ketika ditanyakan ke pemilih PKB, rata-rata belum memilih Cak Imin.

"Orang lebih banyak yang memilih Pak Prabowo, memilih Ganjar, dan memilih Anies. Saya pikir PR nya ada di situ, menguji bagaimana sikap atau statement Cak Imin yang mengatakan sudah solid," tandas Yunarto.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid mengatakan bahwa itu adalah tugas para kader saat ini.

"Ya tentu itu tugas kami sebagai kader untuk terus berjuang untuk ketua Umum, Cak Imin, agar yang disampaikan dalam survei tadi, keterikatan masa PKB dengan ketua umumnya itu makin dekat. Waktunya masih cukup, gak usah khawatir, Belanda masih jauh," tandasnya.

Menanggapi kesiapan Cak Imin jadi cawapres Prabowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, pihaknya membuka diri untuk koalisi.

"Cuma memang perlu kami sampaikan, kami belajar dari pengalaman dua pemilu terdahulu, posisi capres cawapres itu kedua pasang calon ditentukan saat injury time," kata dia.

"Tekad kami, kader Gerindra menginginkan Pak Prabowo maju capres," ucapnya.

s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy