Dedi Mulyadi Dekati Areal Longsor Meski Berbahaya: Pegawai Juga Sama Beresiko, Nyawa Manusia Wajib Terlindungi



IDEANEWSINDO.COM - Mantan Bupati Purwakarta dua periode Dedi Mulyadi mendekat areal pertambangan yang alami longsor.

Meski dilarang pengawal lapangan, Dedi Mulyadi tetap mendekat. Menurut Dedi Mulyadi, jika baginya bahaya, begitu juga bagi pekerja.

Dedi Mulyadi menegaskan, para pekerja memiliki resiko yang sama, sebab baginya nyawa manusia harus dilindungi tanpa terkecuali.

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Dedi Mulyadi diletahui mendatangi Gunung Kuda di Cirebon yang kabarnya mengalami longsor.

Meski mengalami longsor lanjut Dedi Mulyadi, dirinya masih menyaksikan pertambangan itu masih beroperasi.

"Gunung Kuda di Cirebon mengalami longsor. Akan tetapi, kemarin sore saya melihatnya langsung dan masih beroperasi," ujar Dedi Mulyadi.

Gunung Kuda Cirebon mengalami longsor

Pengawas lapangan kemudian mendekati dirinya dan meminta Dedi Mulyadi untuk menjauh karena berbahaya.

"Saya kemudian menjawab, kalau saya berisiko bahaya, maka para pegawai pun sama berisikonya. Nyawa manusia harus terlindungi tanpa kecuali," jawab Dedi Mulyadi.

Mandapat tanggapan seperti itu, pengawas lapangan akhirnya bersedia menghentikan aktivitasnya.

"Akhirnya, pengawas lapangan bersedia menghentikan kegiatan," kata suami Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika itu.

"Dari celah gunung itu, saya saksikan batu-batu terus berjatuhan," sambung Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, para kuli harian selalu menjadi korban dalam setiap musibah dan mereka bekerja tanpa perlindungan asuransi.

Karena itulah dirinya berharap, para pemangku kebijakan dapat segera mengambil langkah strategis demi mencegah musibah yang bisa saja terjadi.

"Semoga para pemangku kebijakan dapat mengambil tindakan pencegahan sebelum terjadi musibah yang lebih besar," harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, akhir-akhir ini Anggota Dewan Perwakilan Ralyat (DPR) RI Dedi Mulyadi sibuk mengurusi areal pertambangan.

Lebih dari 3 pertambangan yang diminta Dedi Mulyadi untuk menghentikan aktivitas menambangnya.

Selain karena pertambangan tersebut tidak memiliki izin operasi, juga dampak kerusakan terhadap lingkungan sekitar.

Dedi Milyadi bahkan rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk diberikan kepada pekerja yang diminta berhenti tersebut.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy