Dedi Mulyadi Murka, Batal Bantu Lunasi Hutang Pengemis Pura-pura Pincang: Saya Gak Suka dengan Sikap Bapak



IDEANEWSINDO.COM - Baru-baru ini kabar mengejutkan datang dari Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi kali ini murka pada pengemis pura-pura pincang.

Pasalnya, pengemis tersebut terus saja ungkap keluhan hutangnya dan beralasan ketika akan dibantu Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi pun ungkap dirinya tak suka dengan sikap pengemis tua tersebut, perilaku yang mencerminkan tidak bersyukur.

Hal ini terlihat dalam unggahan youtube Dedi Mulyadi pada Jumat, 8 Oktober 2021 yang sebelumya, Dedi Mulyadi temui pengemis pura-pura pincang memiliki beban ekonomi setelah rumahnya habis kebakaran dan memiliki hutang Rp10 Juta pada bank emok.

Dedi Mulyadi pun merasa berdosa, lantaran pada kejadian tersebut dirinya masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Hingga Dedi Mulyadi pun kunjungi rumah pengemis pura-pura pincang untuk memastikan keadaannya dan berniat akan langsung temui bank emok.

"Sama yang nagihnya bilang, sore jam 7 ketemu saya di sini," ucap Dedi Mulyadi seperti dilihay mantrasukabumi.com dari youtube Kang Dedi Mulyadi pada Sabtu, 9 Oktober 2021.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu pun ingin bertemu langsung dengan penagih hutangnya langsung.

Bukan tanpa alasan, ditakutkan uang pemberian pemerintah tidak sampai untuk mengganti hutang pengemis tersebut.

"Coba ibu yang tau deh, Ini bapak ini diotaknya pengen keluar duit sekarang saya gak mau," ucap Dedi.

Pria yang kerap dipanggil Kang Dedi pun memanggil seorang ibu yang bertanggung jawab dengan peminjaman bank emok dan menjelaskan keinginannya.

"Jadi gini saya bukan bantuin untuk bayar utang bank renten keliling, saya kan gini bapak dulu kebakaran rumah, tahun berapa? 2017 bulan apa kebakarannya?," tanya Dedi.

"Udah lebaran," ucap ibu.

Namun Dedi Mulyadi pun baru mengetahui pada bulan Oktober akhir adalah masa berakhirnya jabatan sebagai Bupati Purwakarta.

Kendati demikian, hal tersebut tak mengurangi rasa kasihan Dedi Mulyadi pada warganya hingga akan bantu.

"Dan belum dapet bantuan dari pemerintah kan? Saya ingin ketemu langsung sama banknya." tutur Dedi.

Kemudian, Dedi Mulyadi melarang bapak tua untuk tidak mengemis lagi dan beralih profesi sebagai tukang sapu jalanan.

"Yang ke dua bapak gak boleh ngemis, sekarang bapak bawa parang bawa sapu bersih-bersih di halaman itu," perintah Kang Dedi.

Namun terihat bapak tua masih saja menggerutu dan seolah masih ada keinginan yang belum terucap Dedi Mulyadi.

"Nah itu kelebihan kalau bapak punya sifat begitu saya gak jadi. Bapak itu orang nya keliatan gak syukur padahal satu-satu dulu," ucap Dedi Mulyadi dengan kesal.

"Andaikata kan pak," ucap pengemis.

"Gak saya gak suka sikap bapak," timpal Dedi yang sudah kesal.

"Mau dibantu dikasih kerjaan kemudian mau di bantu bayar bank hampir 10 juta saya gak jadi pak," ujar Dedi.

"Bapak hatinya gak bersih. Harusnya bapak ngucapin terimaksih pak. Bapak warga saya harus dididik. Orang lain mau d bantu puluhan juta bahagia. Ini hatinya lain," ucap Dedi.

Dedi Mulyadi pun murka pada pengemis tersebut hingga dirinya batal bantu lunasi hutang bapak tua tersebut.

"Mungkin pengen terus susah gapapa. Tapi ingat loh bapak tidak dapat 2 hal hari ini. Bapak gak dapat bantuan, bapak gak dapat kerjaan dan bapak klo ngemis di tahan," tegas Dedi Mulyadi.

"Cara berpikirnya jelek. Sikapnya jelek. Gak menghargai orang mau berbuat baik sama bapak. Gak hargai saya bapak tuh. Saya pagi-pagi datangin rumah bapak, tapi sikap bapak, ucapan bapak, wajah bapak itu bukan ucapan orang yang bermoral." pungkas Dedi.

Namun di akhir video, pengemis tersebut hatinya luluh setelah Dedi Mulyadi pergi tinggalkan rumahnya. Kang Dedi pun tetap akan bantu lunasi hutang bapak tersebut.


s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy