Demokrat Nilai Momen Pengumuman Prabowo Capres 2024 Kurang Pas



IDEANEWSINDO.COM - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai, pengumuman calon presiden ( capres ) untuk Pilpres 2024 merupakan momen yang tidak pas jika dilakukan saat ini.
Sebagaimana diketahui, Partai Gerindra dalam keterangan pers pada Minggu 10 Oktober 2021 menyebutkan secara solid, mencalonkan Prabowo Subianto sebagai kandidat capres di Pemilu 2024.

"Membicarakan Pilpres 2024 saat ini sepertinya kurang pas. Pandemi sepertinya sudah melandai, tapi krisis ekonomi masih belum berlalu," ujar Herzaky Mahendra Putra, Minggu (10/10/2021).

Ia menyebutkan, di saat genting seperti sekarang ini yang harusnya ditangani semua pihak adalah kasus Covid-19, kemiskinan dan pengangguran. "Kita tidak boleh lengah melihat tren kasus positif dan meninggal akibat pandemi Covid-19," kata Herzaky.

"Kita pun tidak boleh abai, masih ada permasalahan serius di bidang ekonomi di negeri ini. Kemiskinan meningkat, pengangguran meluas, sejak 2020," tambahnya.

Menurutnya, rakyat sepertinya sudah tidak sabar ingin ada perubahan. Karena itu, wajar bermunculan aspirasi di sana-sini, membicarakan berbagai nama putra-putri terbaik bangsa, yang digadang-gadang sebagai capres untuk Pilpres 2024.

Ia menyebutkan, nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bisa bersanding dengan sejumlah nama seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil serta Airlangga Hartarto dan Sandiaga Uno merupakan hal yang perlu diapresiasi positif.

"Sistem demokrasi perlu membuat ruang kontestasi yang terbuka untuk putra-putri terbaik bangsa. Biarkanlah setiap putra-putri terbaik bangsa saat ini, menunjukkan kinerja dan pengabdiannya untuk rakyat," ungkapnya.

"Baik melalui jabatannya sebagai pejabat publik, maupun untuk yang mengabdi melalui jalur pimpinan partai politik," sambungnya.

Ia menyebutkan, rakyat yang akan menilai mana yang sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat, dan mana yang mengejar efek elektabilitas serta kepentingan kelompoknya saja.

"Janganlah menghambat, atau memotong-motong gerak putra-putri terbaik bangsa ini, dalam menunjukkan kinerja terbaiknya. Karena ada pihak-pihak yang tak siap menghadapi kontestasi terbuka dengan banyak putra-putri terbaik bangsa," pungkas Herzaky.

s: sindo-news.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy