Dikabarkan pasang honor Rp3 M untuk sekali ceramah, Gus Miftah blak-blakan



IDEANEWSINDO.COM - Pemuka agama, Gus Miftah, menjawab isu soal honor fantastis yang ia terima dari kunjungan ceramahnya. Pasalnya, beredar rumor yang menyebut bahwa honor Gus Miftah bisa mencapai Rp3 M untuk satu kali ceramah.

Menanggapi hal ini, Gus Miftah tak menjawab secara gamblang berapa tarif yang ia patok. Namun, ia tak menampik bahwa kerap diundang oleh tokoh-tokoh penting hingga korporasi. Dalam kunjungan ini lah biasanya Gus Miftah memasang honor yang tinggi.

“Ini juga ada manajer saya di sini. Saya bilang begini, ‘Kalau kamu diundang lembaga, diundang perusahaan, diundang orang kaya, kamu jual saya murah, kamu salah. Yang ngundang orang kaya, pejabat, mereka butuh ngumpulkan orang di tengah-tengah lapangan puluhan ribu dengan menggunakan saya bahkan kepentingan politik. Kamu jual saya murah, kamu salah,” ujarnya dilansir dari kanal YouTube KH Infotainment pada Minggu, (10/10/21).

Akan tetapi, Gus Miftah mengaku sering kali tidak meminta honor jika diundang di acara kecil, seperti di daerah pelosok atau pedesaan.

“Tapi kalau kita diundang di desa, di daerah pegunugan, di pantai, di pedalaman, kamu minta bayaran, kamu juga salah. Maka di situlah berlaku subsidi silang.”

Lebih lanjut, ia mengungkapkan alasannya dibayar dengan harga mahal sebagaimana berikut.

“Kita bijak saja, dong. Saya diundang oleh calon bupati, ‘Gus monggo dateng ke tempat saya pengajian. Ini gimna?’ (Kalau saya bilang), ‘Mpun seikhlasnya.’ Kan goblok yang ngundang calon bupati, gimana? Yang ngundang calon gubernur, gimana?”

Gus Miftah terapkan sistem subsidi silang
Dalam kesempatan yang sama, Gus Miftah juga mengakui kalau dirinya sering berbagi kepada warga sekitar jika diundang ke acara pengajian kecil-kecilan. Bahkan, ia sering ikut membantu warga untuk membayar kebutuhan jalannya acara.

“Tapi kalau yang ngundang saya warga desa di pegunungan di desa, Anda bisa cek. Saya selalu bawa uang kes banyak ketika saya ngaji di lapangan. Tujuan saya adalah untuk subsidi ke masyarakat yang ada di pedesaan. Kan begitu. Kalau di desa, saya enggak membolehkan manajemen saya untuk ngomong soal uang. Bila perlu kita subsidi. Oh ini sound system-nya belum dibayar, kita bantu,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Gus Miftah sendiri juga menyediakan stok beras di pondok pesantrennya untuk dibagikan kepada warga setempat.

“Kalau kalian ke pondok, di pondok enggak pernah berhenti namanya (persediaan) beras. Kita nyetok puluhan ton, Tujuannya cuma satu, saya umumkan kepada jemaah-jemaah yang enggak punya beras, silakan ngambil di pondok. Hari ini saya masih punya stok 25 ton untuk jemaah,” ujarnya.

s: babatpost.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy