Fadli Zon Ungkap Alasan Ngotot Desak Densus 88 Dibubarkan: Umat Islam Sering Jadi Sasaran



IDEANEWSINDO.COM - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon kini mendadak jadi perbincangan hangat publik usai pernyataanya terkait pembubaran Densus 88 viral di media sosial.

Melalui cuitannya di twitter, Fadli Zon menyebut mendesak agar Densus 88 dibubarkan karena berbau Islamofobia.

Cuitan Fadli Zon terkait desakan pembubaran Densus 88 itu sontak menuai banyak kritik dan komentar dari berbagai pihak.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra itu akhirnya mengungkap alasannya meminta agar Densus 88 dibubarkan.

“Saya melihat ada sebuah berita yang diungkapkan tentang Taliban memberikan inspirasi kepada teroris di Indonesia, itu dari seorang pejabat di Densus,” jelas Fadli Zon seperti dikutip Kabar Besuki dalam acara Catatan Demokrasi yang ditayangkan di Youtube tvOne News.

Menurut Fadli Zon, narasi yang disampaikan oleh pejabat Densus 88 terkait Taliban menginspirasi teroris di Indonesia itu adalah  narasi war on teror .

“Bagi saya ini narasai war on terror ini adalah yang sudah usang, yang sudah basi, “ ujar Fadli Zon.

Fadli Zon juga mengatakan bahwa Densus 88 ini seringkali menjadikan umat Islam sebagai sasaran terorisme.

Padahal menurutnya, umat Islam saat ini adalah umat Islam yang moderat. Namun kenyataannya hingga saat ini, umat Islam seringkali dijadikan sasaran kampanye Islamofobia.

“Rakyat Indonesia ini menurut saya, apalagi umat Islam yang seringkali dijadikan sebagai sasaran sebagai kampanye Islamofobia dll, itu adalah masyarakat yang sangat moderat sejak tahun 1945 sampai tahun 2002,” jelas Fadli Zon.

Lebih lanjut, Fadli Zon juga mengatakan bahwa narasi yang disampaikan oleh Densus 88 ini justru membuat umas Islam menjadi resah karena sering dijadikan sasaran terorisme.

Menurut Fadli Zon tidak semua terorisme itu berasal dari umat Islam. Pasalnya, banyak kelompok teror yang berasal dari fabrikasi.

“Jadi ini menurut saya harus kita teliti jangan sampai kita termakan oleh kampanye war on terror ini dan sasarannya adalah Islam, kita harus membaca itu dengan jernih,” ucap Fadli Zon.

Fadli Zon juga meyakini bahwa rakyat Indonesia tidak punya kapasitas dan bakat untuk menjadi teroris, kecuali ada yang memprovokasi.

Wakil Ketua DPP Partai Gerindra itu juga menyarankan agar terorisme ini tidak usah diperpanjang. Pasalnya, sudah ada jajaran Polisi, Brimob, Kopassus, dan pasukan lainnya.

“Kalau terorisme ini terus dilestarikan kita tidak akan jadi negara yang maju,” tandasnya.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy