Menangkan Jokowi di MK, Yusril Tepis Panen Proyek



IDEANEWSINDO.COM - Prof Yusril Ihza Mahendra berhasil mengalahkan gugatan pasangan Prabowo - Sandiaga terhadap Jokowi - Maruf Amin dalam sengketa pemilihan Presiden pada 2019 di Mahkamah Konstitusi. Saat itu dia mengaku tak meminta bayaran alias pro bono, juga tak berharap imbalan dalam bentuk yang lain. Karena itu ketika namanya tak masuk dalam jajaran anggota kabinet, Yusril mengaku dirinya ya biasa saja. Karena kejadian semacam itu bukan yang pertama kali.

"Pak Jokowi tentu menyampaikan terima kasih kepada saya sewaktu MK menyatakan gugatan pasangan Pak Prabowo-Sandiaga tak diterima," kata Yusril dalam Blak-blakan di detik.com, Rabu (13/10/2021).

Dia pribadi sebagai advokat menyatakan sangat puas karena dapat menyampaikan berbagai argumentasi hukum secara terbuka. Apalagi ketika persidangan juga disiarkan secara live di televisi hingga dini hari.

Hal aneh yang kemudian berkembang adalah isu seolah dirinya mendapatkan banyak proyek dari pemerintah. Ketika sebuah bank BUMN meminta menjadi lawyer pun, kata Yusril, dirinya menolak. "Karena cara membayarnya tak masuk di akal saya. Sudah lah saya tidak mau deh," ujarnya.

Pihak bank tersebut meminta kepastian menang di pengadilan, hal yang tak mungkin dipenuhinya sebagai advokat profesional. Sebab keputusan sebuah perkara di persidangan ditentukan oleh hakim. Kerja-kerja advokat, kata Yusril, tak bisa dipastikan seperti kontraktor proyek pembangunan jalan. Setiap kurun waktu tertentu dapat dengan mudah diukur kemajuannya. "Tapi kalau kerja advokat tidak bisa lah diukur seperti. Jadi kalau yang menyebut saya mendapat proyek dari pemerintah, itu tidak benarlah," tegas Yusril.

s: detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy