Ngotot Bubarkan Densus 88, Denny Siregar: Nyari Suara 2024, Sekali-kali Mbok Nginep Semalam di Sel Penuh Teror



IDEANEWSINDO.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar tak habis pikir dengan kengototan Fadli Zon yang meminta agar Densus 88 Antiteror dibubarkan.

Denny pun memiliki analisa tersendiri terkait alasan di balik kengototan Fadli Zon bubarkan Densus 88.

Menurutnya, keinginan Fadli Zon bubarkan Densus 88 Antiteror itu tak lebih dari sekedar untuk memperoleh suara dalam pemilu.

“Kenapa @fadlizon ngotot pengen Densus 88 dibubarkan??” cuit Denny Siregar melalui akun Twitter-nya, Rabu (6/10/2021), sebagaimana dikutip PojokSatu.id.

Denny menilai, dengan begitu Fadli Zon bisa meraup suara dari kelompok radikal.

“Karena misi utamanya dia adalah rangkul kelompok-kelompok radikal untuk suara di 2024,” sambung Denny.

Alasannya, kelompok ini sudah tak lagi percaya dengan Partai Gerindra.

Itu setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memutuskan bergabung dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kelompok radikal ini sudah tinggalkan @Gerindra sejak @prabowo di kabinet, dan ingin masuk @PDemokrat,” kata Denny.

“Its just business, nothing personal..” sambungnya.

Karena itu, Denny Siregar menyarankan Fadli Zon agar merasakan sendiri tinggal di dalam sel yang dihuni narapidana terorisme.

“Sekali-sekali mbok ya @fadlizon ini nginep semalam aja di sel yang penuh napi teroris,” saran Denny.

“Biar mingkem setahun..” tandasnya.

Sementara, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono menanggapi enteng permintaan Fadli Zon bubarkan Densus 88 Antiteror.

“Oh…itu. Saya belum baca (pernyataannya Fadli Zon),” singkat Rusdi Hartono sembari tersenyum, di Mabes Polri, Rabu (6/10/2021).

Untuk diketahui, permintaan Fadli Zon bubarkan Densus 88 Antiteror itu dilontarkan melalui akun Twitternya.

Alasannya, Fadli menganggap narasi yang dikeluarkan oleh Densus 88 itu berbau Islamofobia.

“Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia,” cuitnya.


“Dunia sudah berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja,” kata anak buah Prabowo Subianto itu.

“Teroris memang harus diberantas, tapi jangan dijadikan komoditas,” katanya.

Cuitan Fadli Zon itu menanggapi pernyataan Direktur Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 Polri, Kombes M Rosidi.

Kombes M Rosidi menyebut, kalau Taliban telah menjadi inspirasi kelompok teroris di Indonesia.


s: pojoksatu.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy