Pengamat Soroti Kinerja Prabowo Jadi Menhan, dari Komcad hingga RS Darurat



IDEANEWSINDO.COM - Perhatian publik terhadap Prabowo Subianto seakan tidak pernah habis. Dikenal sebagai rival Jokowi saat Pilpres yang lalu, kemudian tanpa diduga ia menjadi salah satu menteri dalam kabinet Jokowi, yakni sebagai Menteri Pertahanan. Publik pun sering bertanya kepantasan Prabowo pada posisinya itu.

Diketahui, beberapa capaian telah ditorehkan Prabowo sejak menjabat Menteri Pertahanan di kabinet jilid kedua Presiden Joko Widodo.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan Jokowi menempatkan Prabowo di tempat yang tepat.

"Semua capaian ini menunjukkan keputusan Presiden Jokowi mengangkat Prabowo sebagai Menhan. Jokowi menempatkan right man in the right place," kata Adi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu 16 Oktober 2021.

Adi mencatat, salah satu capaian yang dapat diperhitungkan dari Prabowo adalah membentuk komponen cadangan (komcad) TNI yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (UU PSDN).

Pembentukan komcad oleh Prabowo ini terbilang istimewa mengingat UU PSDN disahkan pada era Menhan Ryamizard Ryacudu, yaitu saat partai Prabowo, Partai Gerindra berada di luar pemerintahan.

Program ini pun sempat diwacanakan sejak pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) namun tidak terealisasi.

Kedua, Kementerian Pertahanan (Kemhan) di bawah Prabowo juga tercatat berhasil mendirikan Rumah Sakit (RS) Modular Jenderal TNI LB Moerdani di Merauke, Papua, hanya dalam tempo 20 hari untuk penanganan Covid-19 dan mendukung pelaksanaan PON XX di Papua.

Prabowo juga mengubah beberapa fasilitas pelatihan Kemhan di Jabodetabek untuk menjadi RS Darurat Covid-19 saat awal gelombang kedua Covid-19 di Indonesia.

Ketiga, Prabowo berhasil mengantongi lisensi pembuatan kapal tempur canggih fregat Arrowhead 140 dari produsen asal Inggris, Babcock International. Kapal perang ini nantinya akan diproduksi PT PAL dan dilengkapi rudal permukaan dan udara.

Upaya tersebut selaras dengan instruksi Presiden Jokowi yang menginginkan belanja pertahanan mampu dikapitalisasi menjadi investasi.

Tujuannya, memprioritaskan industri pertahanan Tanah Air dan teknologinya bisa diadopsi langsung oleh Indonesia.

"Prestasi tersebut juga mengonfirmasi sejumlah hasil survei yang menempatkan Prabowo sebagai menteri terbaik Kabinet Indonesia Maju. Tidak heran juga elektabilitasnya tetap stabil dan tinggi," tambahnya.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini, hal tersebut tidak lepas dari kepiawan Prabowo dalam menerjemahkan keinginan Jokowi sekaligus pengalamannya di militer selama lebih dari dua dasawarsa.

"Kalau kita perhatikan, Prabowo, kan, minim pemberitaan, jarang sekali berkomentar kepada media selama menjabat Menhan. Nah, itu dibayar dengan berbagai prestasi tadi," jelasnya.

Karenanya, Adi beranggapan, Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut patut diperhitungkan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

"Tentunya pengalaman dan prestasi Prabowo di Kementerian Pertahanan akan menggenapi persepsi publik tentang beliau," tutupnya.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy