Ridwan Kamil Terus Terang Soal Pilpres 2024, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan AHY Tak Usah Malu-malu



IDEANEWSINDO.COM - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil belakangan mulai terang-terangan menyatakan kesiapannya masuk bursa Pilpres 2024. Sikap terang-terangan itu disampaikan Ridwan Kamil saat hadir dalam Workshop Nasional DPP PAN di Bali, Selasa 5 Oktober 2021.

Ridwan Kamil memulai narasi itu dengan menyampaikan harapannya bahwa calon presiden 2024 mendatang berasal dari generasinya.

Narasi itu terus mengalir sampai pada satu momen dia menyatakan siap maju pada Pilpres 2024 bila mendapat dukungan partai, termasuk PAN.

"Kalau ada pintu terbuka, misalkan dari Partai PAN, saya bismillah (maju). Kira-kira begitu, tapi kalau tidak juga tidak masalah karena Allah yang akan menentukan," ucapnya.

Pengamat Politik Universitas Paramadina Akhmad Khoirul Umam menyebut, apa yang disampaikan Ridwan Kamil bukan kelakar untuk sekadar mencairkan suasana.

Dalam konteks ini, Ridwan Kamil hendak melakukan investasi pada pilpres 2024. Hal itu dilakukan sebagai respons rasional secara politik karena dia tidak memiliki kendaraan politik yang jelas.

Selain untuk investasi politik, sikap itu menjadi bagian dari strategi marketing politik Ridwan Kamil.

"ini juga menjadi bagian dari strategi marketing politik (Ridwan Kamil)," katanya kepada Pikiran Rakyat, Kamis 7 Oktober 2021.

Umam menilai, apa yang ditunjukkan Ridwan Kamil merupakan upaya menunjukkan sikap dan kesiapannya dari jauh-jauh hari. Dengan harapan, setidaknya parpol mempertimbangkan kapasitas dan peluangnya dalam bursa capres 2024.

"Itu juga bisa dipahami semacam itu," ujarnya.

Terlepas dari ini, Umam memberi catatan bahwa meski berani mempromosikan diri masuk bursa capres 2024, Ridwan Kamil masih perlu kerja keras. Sebab, basis pemilihnya ibarat produk yang tersegmentasi.

Pasar Ridwan Kamil adalah basis pemilih personal dan punya aspek kebudayaan khusus, dalam hal ini masyarakat Sunda.

Di tempat terpisah, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro mengatakan, apa yang disampaikan Ridwan Kamil sebetulnya menandakan bahwa dia secara eksplisit siap maju pada pilpres 2024.

Apa yang ditunjukkan Ridwan Kamil, kata dia, sama halnya dengan Ganjar Pranowo. Bahwa dengan sepak terjangnya yang sekarang, sebetulnya Gubernur Jawa Tengah itu secara eksplisit sudah menyatakan siap maju pada pilpres 2024.

"Ridwan Kamil lebih eksplisit, Ganjar Pranowo dengan sepak terjangnya itu juga eksplisit sebetulnya," ucapnya.

Akan tetapi, kata dia, hal berbeda ditunjukkan Khofifah Indar Parawansa dan Anies Baswedan. Keduanya lebih membiarkan orang lain mempromosikan mereka.

Zuhro berpendapat menyongsong pilpres 2024, sebaiknya para politisi tidak perlu bersikap laiknya Jokowi pada 2014.

"Menurut saya memang tidak (perlu) malu-malu seperti Jokowi 2014 ketika ditanya, 'saya ramikir, ramikir'. Menyongsong 2024 itu tidak jadul. Tidak bertopeng, sesuai era new normal memang," ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Zuhro berpendapat bahwa saat ini eranya sudah berbeda. Calon-calon presiden tahun 2024 nanti akan punya warna yang berbeda.

"Ini memang eranya bottom up yang sekarang, dimulai dari Jokowi itu sebetulnya ketika suksesi kepemimpinan nasional, melibatkan kepala daerah. Kan gitu. Sekarang semakin mengarah ke sana, selain dari ketum partai. Kalau dulu, didominasi elite-elite nasional. Sejak Jokowi, diterobos," tuturnya.

Saat hadir dalam diskusi bersama Forum Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat Media Network, 30 Agustus 2021, Ganjar Pranowo belum memberi sikap jelas soal pencalonan dia di pilpres 2024.

"Kalau soal copras-capres itu sudah jelas. Kita (kami) itu di PDI Perjuangan sudah jelas kok, hasil kongres PDI itu keputusan capres itu dari ketua umum," katanya.

Sikap yang sama juga ditunjukkan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY. Ketua Umum Partai Demokrat itu juga masih belum mau memberi sikap terang-terangan berkaitan dengan pilpres 2024.

Juru bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut, saat ini AHY dan partainya masih ingin fokus membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Demokrat jelas. Bagi kita (kami) masih terlalu dini berbicara pilpres 2024, masih panjang. Kami masih ingin membantu rakyat yang kesusahan akibat pandemi Covid-19," tuturnya.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy