Rocky Gerung Kritik Pedas Pidato Puan Maharani: Kenapa Harus Mengatasnamakan Bangsa Indonesia?



IDEANEWSINDO.COM - Pengamat politik Rocky Gerung memberikan kritik pedas terhadap pidato Puan Maharani yang mengatasnamakan bangsa Indonesia dalam ucapannya.

Ketika Rocky Gerung menyimak dua pidato dari dua tokoh perempuan Indonesia yakni Puan Maharani dan Cinta Laura baru-baru ini, dia menilai pidato kedua tokoh tersebut tampak membangkitkan semangat keindonesiaan, pemaknaan fungsi agama, dan moderasi dalam kesetaraan warga negara.

"Saya hari ini denger dua pidato, satu pidato dari Puan dan satu lagi dari Cinta Laura yang menimbulkan semangat keindonesiaan. Tapi saya denger pidato itu dan ada kedalaman, ada intonasi yang bagus, dan ada pemaknaan tentang fungsi agama dalam kehidupan, tentang moderasi di dalam kesetaraan warga negara. Itu juga sebuah orasi dari perempuan yang cerdas," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Senin, 4 Oktober 2021.

Rocky Gerung kemudian memperoleh informasi tambahan terkait pidato Puan Maharani yang dinilai mencatut nama bangsa Indonesia.

Meski pidato Puan Maharani berdurasi singkat, Rocky Gerung menilai pidato tersebut dipersoalkan karena dianggap membawa-bawa nama bangsa Indonesia dalam situasi yang tidak tepat.

"Lalu saya dapet lagi informasi tentang orasi dari Ibu Puan Maharani yang mewakili bangsa Indonesia, dan itu yang dipersoalkan. Tapi isi pidatonya pendek aja, ringkas aja, standar betul sebagai official statement dari Ketua DPR," ujarnya.

Rocky Gerung menilai, pernyataan Puan Maharani dalam sebuah pidato yang mengatasnamakan bangsa Indonesia merupakan hal konyol.

Seharusnya menurut dia, Puan Maharani menyampaikan posisinya sebagai Ketua DPR RI dalam pidato yang dia sampaikan di forum DPR.

"Yang jadi konyol itu kenapa harus mengatasnamakan bangsa Indonesia? Harusnya 'Saya Puan Maharani Ketua DPR'," katanya.

Rocky Gerung kemudian mempertanyakan kemampuan pejabat publik khususnya Puan Maharani selaku Ketua DPR RI dalam memahami posisinya.

Dia menilai, Puan Maharani tak mampu menunjukkan jati dirinya sehingga seolah-olah harus di-backup dengan berbagai atribut akademis yang tak seharusnya perlu disebutkan dalam forum DPR.

"Jadi pemahaman kita tentang kemampuan seseorang tampil di publik, kita meragukan apakah orang-orang yang tampil di publik ini paham tentang kedudukan dia? Atau memang dia kurang mampu untuk menampilkan kedirian dia sehingga mesti di-backup dengan sinyal-sinyal tambahan-tambahan atribut, hal yang sebetulnya tidak diperlukan karena ini forum DPR," ujar dia.

Rocky Gerung menilai tindakan puan yang mengatasnamakan bangsa Indonesia dalam sebuah pidato yang disampaikannya menunjukkan feodalisme dari PDIP yang dapat membahayakan kesehatan demokrasi di tanah air.

Rocky Gerung juga berpendapat, Puan Maharani tak jauh berbeda dengan Tri Rismaharini yang sama-sama memamerkan arogansi.

"Jadi kelihatan bahwa feodalisme memang tumbuh di dalam PDIP, dan itu yang justru membahayakan kesehatan demokrasi kita. Atas nama bangsa, iya mungkin Bu Puan teringat pada Bung Karno, tetapi itu bawah sadar yang kemudian bisa kita analisis, ada apa sebetulnya? Nah itu sebetulnya, satu paket dengan Ibu Risma yang memamerkan arogansi," tuturnya.


s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy