Sebut Orang yang Jelekkan Negara Tak Pantas Diterima Kerja, Henry: ke Negara Saja Berkhianat, apalagi ke Orang



IDEANEWSINDO.COM - Staf Ahli Kemenkominfo, Henry Subiakto tampak gerah dengan orang-orang yang kerap menjelek-jelekkan negara dan bangsanya sendiri.

Lantas Henry Subiakto mengatakan bahwa orang-orang tersebut selayaknya jika mencari kerja atau jabatan tidak pantas diterima oleh perusahaan maupun institusi manapun.

“Orang yg menjelek2kan negara dan bangsanya sendiri itu selayaknya kalau cari kerja atau jabatan tidak pantas diterima. Baik di perusahaan maupun di institusi manapun,” ujar Henry Subiakto seperti dikutip Pikiranrakyat-depok.com dari akun Twitter pribadinya @henrysubiakto.

Menurut dia, konsekuensi tersebut layak didapatkan oleh orang-orang yang kerap menjelek-jelekkan negara.

Pasalnya, kata Henry Subiakto, ke negara saja mereka bisa berkhianat. Apalagi ke orang, perusahaan ataupun institusi.

“Krn dg bangsa dan negaranya saja bisa berkhianat apalagi hny dg orang, perusahaan atau institusi?” tuturnya.

Cuitan Henry Subiakto tersebut pun kemudian menuai berbagai tanggapan. Bahkan, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu turut berkomentar.

Bukan pro dengan Henry Subiakto, Said Didu justru menyentil balik staf ahli Kemenkominfo itu.

“Negara terdiri dari rakyat, wilayah dan pemerintah. Mengkritisi pemerintah adlh hak rakyat. Justru yg buat janji palsu, kebohongan, beratkan hidup rakyat, tdk adil dan/atau makan gaji dari rakyat tapi musuhi rakyat bisa termasuk penghianat. Semoga jelas,” kata Said Didu melalui akun Twitter pribadinya @msaid_didu.

Adapun sejumlah warganet turut menanggapi pernyataan Henry Subiakto tersebut. Kebanyakan dari mereka tak setuju dengannya.

“Bedakan menjelekan dgn mengkritisi kebijakan yg mengkritisi itu tanpa dibayar loh pak, rela mikir demi negara. Lah Pak Profesor @henrysubiakto digaji gede cuma ngetwitt pembodohan seperti ini,” tulis salah satu warganet.

Lebih lanjut, warganet lainnya menjelaskan bahwa tidak ada rakyat yang menjelek-jelekkan negara dan bangsanya sendiri, melainkan rakyat hanya mengkritik pejabatnya dan bukan negaranya.

s: pikiran-rakyat.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy