Setuju Ahok dan Grace Natalie Pimpin Ibu Kota Baru, Politisi Partai Ummat: Mereka Anti-Korupsi



IDEANEWSINDO.COM - Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya turut berkomentar terkait Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dikabarkan akan memimpin ibu kota baru di Kalimantan.

Seperti diketahui, Ahok yang saat ini menjabat Komisaris Utama Pertamina disebut-sebut menjadi kandidat terkuat calon Kepala Otoritas Ibu Kota Negara Baru Indonesia.

Lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, Mustofa Nahrawardaya mengaku setuju bila mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjabat Kepala Otoritas Ibu Kota Negara Baru Indonesia.

Pasalnya, dirinya menganggap Ahok telah mempunyai banyak pengalaman saat memimpin DKI Jakarta yang notabene merupakan ibu kota Indonesia saat ini.

Tak hanya itu, dirinya juga menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memasangkan Ahok dengan Ketua Umum PSI, Grace Natalie sebagai wakilnya untuk memimpin Ibu Kota Negara Baru Indonesia.

“Kalau memang benar, saya usul ada wakilnya. Biar dahsyat mengelola Ibu kota Negara Baru. Wakil Ahok yg pas adalah Grace Natalie,” katanya, dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari cuitan akun Twitter @TofaTofa_id, Selasa, 19 Oktober 2021.

Menurut Humas Partai Ummat tersebut, sosok Ahok dan Grace Natalie merupakan tokoh yang berpengalaman dan anti-korupsi sehingga mereka dinilai dapat memajukan Ibu Kota Negara Baru.

“Duet maut ini. Selain dikenal tokoh yang punya integritas, mereka dikenal punya jargon anti anti korupsi. Selain itu, kedua tokoh adalah ikon,” tambahnya.

Pernyataan dari politisi Partai Ummat tersebut diketahui telah mengejutkan banyak pihak karena selama ini pandangan politik Partai Ummat diketahui berseberangan dengan PDI Perjuangan dan PSI yang merupakan tempat bernaung dua tokoh itu.

Diketahui, Ahok bukanlah satu-satunya tokoh yang menjadi kandidat Kepala Otoritas Ibu Kota Negara Baru Indonesia.

Hal tersebut dikatakan oleh Presiden Jokowi saat ditemui beberapa bulan lalu di Istana Merdeka, Jakarta.

"Kandidatnya ada banyak, satu Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyana, empat Pak Azwar Anas," kata Presiden Jokowi.

Bambang Brodjonegoro sendiri merupakan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Sementara itu, Tumiyana merupakan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) dan Abdullah Azwar Anas Bupati Banyuwangi saat ini.

Sementara itu, Badan Otoritas tersebut nantinya memiliki tugas untuk mempersiapkan, membangun, dan memproses pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan.

Tak hanya itu, Badan Otoritas juga akan diberikan wewenang untuk mengelola tanah, dan lahan.

Hal tersebut dilakukan agar proses pembangunan dapat tersentralistik dengan baik secara administrasi terutama dalam hal kewenangan atas lahan saat dibuat sebuah kerjasama dengan pihak ketiga.

Pada 2024 mendatang, pusat Pemerintahan Indonesia akan sudah pindah ke Ibu Kota Negara Baru yang terletak di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan di sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy