Soal Peluang Prabowo di Pilpres 2024, Ini Kata Qodari



IDEANEWSINDO.COM - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto memiliki peluang besar untuk maju kembali pada Pilpres 2024. Qodari meyakini bahwa keputusan Prabowo akan sangat ditentukan oleh pertimbangan peluang meraih kemenangan.

Kata Qodari, peluang Prabowo maju di Pemilu 2024 sebagai calon presiden memang besar. Sebab untuk syarat pencalonan, kursi Gerindra di DPR cukup besar. Hampir 14 persen dari total 575 kursi di Senayan.

"Dia cukup berkoalisi dengan partai menengah, maka kemudian pasti bisa maju. Mau dengan Nasdem, PAN, Demokrat. Tinggal pilih saja. Dan dia posisinya sebagai pemilik partai, pemegang saham partai sehingga otoritas untuk mencalonkan itu ada di tangan Pak Prabowo," kata Qodari, Senin (11/10/2021).

Kondisinya berbeda dengan calon lain, yang kursinya besar. Katakanlah calon potensial dari Golkar dan PDI Pejuangan, di mana kewenangan untuk mengambil keputusan soal calon presiden itu ada di tangan ketua umum atau keputusan bersama.

"Kalau Pak Prabowo kan prerogatif dia. Jadi menurut saya sangat sangat besar. Itu kalau kita bicara peluang pencalonan," kata dia.

Tetapi berdasar pengalaman, lanjut Qodari, yang jadi pertimbangan bukan cuma sekedar bisa mencalonkan diri atau tidak. Tetapi juga peluang menang.

"Di sinilah kemudian tantangan terbesarnya, karena Pak Prabowo itu sudah maju dua kali dan kalah, lalu sekarang trennya itu mengalami penurunan," ujarnya.

Dari hasil survei terbaru SMRC misalnya, Prabowo memang masih tiga teratas. Namun posisinya sudah rawan, dibandingkan dengan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, misalnya.

"Kalaupun terjadi 2 putaran, kemungkinan lolosnya lebih kecil. Jadi menurut saya itu yang harus menjadi pertimbangan Pak Prabowo dan Partai Gerindra ke depan," katanya.

Soal calon wakil presiden buat Prabowo, Qodari menilai bisa saja seperti sebelumnya dengan Sandiaga Uno. Atau Prabowo mencari pasangan lainnya. Namun dia meyakini Gerindra dan Prabowo takkan memutuskannya sekarang.

"Tetapi mau siapapun wakilnya, kata kuncinya adalah di calon presidennya. Kalau calon presidennya kuat, ya ibaratnya peluang menangnya besar. Kalau calon presidennya tidak kuat, nanti siapa calon wakilnya belum tentu bisa mengangkat. Begitu kira-kira," pungkasnya.

s: beritasatu.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy