Andika Perkasa Calon Panglima TNI: Netizen Sentil TNI AL Hingga Mertua



IDEANEWSINDO.COM - Netizen di Twitter ramai berkomentar soal kabar Presiden Joko Widodo mencalonkan Andika Perkasa sebagai calon tunggal Panglima TNI. Usulan tersebut sudah diserahkan ke DPR oleh Menteri Sekretaris Negara, Rabu (3/11).

Ketua DPR, Puan Maharani mengatakan Jokowi telah mengusulkan satu nama untuk mendapatkan persetujuan. Setelah mendapat usulan nama itu, pihaknya akan memproses lewat uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di Komisi I DPR.

Jika Andika disetujui sebagai calon Panglima TNI, ia akan menggantikan Hadi Tjahjanto yang akan masuk masa pensiun pada 8 November 2021 di usia 58.

Keriuhan pencalonan tunggal Panglima TNI itu mengundang beragam reaksi netizen di Twitter.

Salah satu netizen berkomentar dan mengaitkan usulan tersebut dengan ikatan mertua dengan salah mantan petinggi intelijen.

"Kasihan banget TNI AL lagi lagi gagal jadi Panglima TNI, Inalillahi, tapi ya mau gimana lagi faktor mertua lebih kuat," tulis @Dorraemon_, Rabu (3/11).

Sebagai informasi Andika merupakan menantu mantan Kepala Badan Intelijen Negara, Abdullah Mahmud Hendropriyono. Andika menikahi anak pertama Hendropriyono, Dyah Erwiyani.

Ada pula netizen yang guyon berkomentar soal tampilan fisik dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat tersebut.

"Kudunya jatah AL tapi pesona bisep Andika Perkasa enggak boleh dilewatkan," kata @VivantSequentes.

Di samping itu ada pula netizen yang mengucapkan selamat kepada Andika yang sudah direkomendasikan Jokowi sebagai calon tunggal Panglima TNI. Seperti pada akun @03__nakula. Ia berharap proses pelantikan berjalan lancar.

"Selamat Jenderal Andika Perkasa yang sudah direkomendasikan Presiden Jokowi sebagai Calon Panglima TNI. Semoga proses² nya dilancarkan dan segera dilantik. Aamiin," pungkasnya.

Lebih lanjut netizen lain berkomentar bahwa Andika merupakan sosok yang sudah dijagokan sejak menjabat jadi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), yang menjabat sejak November 2018.

"Andika Perkasa ini sudah dijagokan dari sejak dia jadi KASAD," tuturnya.

Berdasarkan UU TNI, pencalonan Panglima TNI dimulai dari pengajuan nama dari Presiden ke DPR. Parlemen kemudian akan memprosesnya melalui uji kepatutan dan kelayakan, yang sejauh ini belum riwayat penolakan.

DPR kemudian akan mengesahkannya di rapat paripurna, untuk kemudian dilantik oleh Presiden.

s: cnnindonesia.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy