Daftar Aset Milik Tommy Soeharto yang Disita dan Akan Dilelang, Nilainya Lebih dari Setengah Triliun



IDEANEWSINDO.COM - Daftar Aset Milik Tommy Soeharto yang Disita dan Akan Dilelang, Nilainya Lebih dari Setengah Triliun

Hutomo Mandala Putra, biasa dikenal Tommy Soeharto menjadi sorotan.

Hal itu setelah Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau Satgas BLBI menyita aset miliknya yang senilai lebih dari setengah triliun.

Diketahui, Satgas BLBI menyita aset milik Tommy Soeharto pada Jumat (5/11/2021).

Penyitaan aset milik tokoh putra mantan Presiden Soeharto itu dilakukan bersama Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) yang dibantu pihak kepolisian.

Adapun aset tersebut disita untuk membayar utang Tommy Soeharto yang merupakan pengurus PT Timor Putra Nasional (TPN).

Dilansir dari Kompas.com, aset-aset milik Tommy Soeharto yang disita oleh Satgas BLBI berupa lahan yang masih atas nama PT Timor Putra Nasional (TPN) seluas 124,88 hektare.

Diketahui, lahan perusahaan obligor tersebut ditaksir nilainya mencapai Rp600 miliar.

Aset tersebut berlokasi di Kawasan Industri Mandala Putra, Dawuan, Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Lahan seluas 124 hektare milik Tommy Soeharto di Karawang, Jabar, disita negara. (Tribun Jabar)

1. Tanah seluas 530.125,526 meter persegi terletak di Desa Kamojing, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 4/Kamojing atas nama PT KIA Timor Motors.

2. Tanah seluas 98.896,700 meter persegi terletak di Desa Kalihurip, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 22/Kalihurip atas nama PT KIA Timor Motors.

3. Tanah seluas 100.985,15 meter persegi terletak di Desa Cikampek Pusaka, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 5/ Cikampek Pusaka atas nama PT KIA Timor Motors.

4. Tanah seluas 518.870 meter persegi terletak di Desa Kamojing, Kabupaten Karawang sebagaimana SHGB Nomor 3/ Kamojing atas nama PT Timor Industri Komponen

Terpisah, Ketua Dewan Pengarah Satgas BLBI Mahfud MD menjelaskan alasan pemerintah menyita aset PT TPN karena perusahaan itu belum melunasi utangnya kepada negara sebesar Rp2,374 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu mengatakan utang tersebut bermula ketika PT TPN mendapatkan fasilitas pinjaman dari Bank Bumi Daya yang kini berganti jadi Bank Mandiri.

Sebagai jaminannya kepada negara adalah perusahaan milik Tommy yang berlokasi di Karawang tersebut.

Kemudian, jaminan kredit yang digunakan adalah dana rekening giro dan rekening deposito, tetapi tidak bisa dialihkan karena saat itu masih dalam status sita oleh kantor pajak.

Guna penyelesaian hak tagih negara oleh obligor PT TPN, Satgas BLBI menyita aset jaminan berupa tanah seluas 124,88 hektare, yang bernilai sekitar Rp 600 miliar tersebut.

"Benar, hari ini Satgas BLBI menyita tanah seluas sekitar 120 hektar di Karawang beserta seluruh aset industri yang ada di dalamnya," kata Mahfud kepada wartawan pada Jumat (5/11).

"Kita punya dokumen hukum untuk melakukan itu. Hal-hal lain akan disampaikan ke publik minggu depan."

Sebelum penyitaan dilakukan, Satgas BLBI sudah memanggil Tommy Soeharto dan Direktur Utama PT TPN Ronny Hendrarto Ronowicaksono. 

Kondisi Pabrik Mobil Timor Milik Tommy Soeharto Setelah Disita Satgas BLBI

Proyek Mobil Timor milik Tommy Soeharto yang pernah diproyeksikan jadi mobil nasional di pengujung kekuasaan Presiden Soeharto. (Via Tribun)

Sejak PT Timor Putra Nasional berdiri di Kawasan Industri Mandala Putra, Dawuan, Cikampek, Karawang, Jawa Barat, banyak warga Karawang ingin bekerja di sana.

Pabrik mobil Timor yang digadang-gadang sebagai produsen mobil nasional itu didirikan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto pada 1996.

"Dahulu itu memang megah banget dan menjadi pabrik favorit," kata Camat Cikampek Rohmana kepada Tribun Jabar, Jumat (5/11/2021).

Rohmana mengatakan, TPN berdiri di tiga desa, yakni Desa Cikampek Pusaka, Desa Kamojing, dan Desa Dawuan.

"Luas yang disita itu ada kurang lebih sekitar 124 hektar. Hamparan lahan itu masuk dalam tiga desa, yakni Desa Cikampek Pusaka, Desa Kamojing, dan Desa Dawuan," katanya.

Ia mengungkapkan, pabrik milik Tommy Soeharto tersebut kondisinya hanya menjadi hamparan dan gedung kosong.

"Saya sifatnya hanya menghadiri. Dan ini merupakan penyelamatan aset oleh pemerintah," katanya.

Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menyita aset PT Timor Putra Nasional yang berlokasi di Kawasan Industri Mandala Putra, Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

Lahan tersebut merupakan aset PT Timor Putra Nasional (PTN) di Kawasan Industri Mandala Pratama Permai, Dawuan, Karawang, Jawa Barat.

Ketua Satgas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI, Rionald Silaban, mengatakan, aset tersebut terbagi dalam empat sertifikat.

"Lebih terperincinya, nanti Pak Mahpud (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Kemananan RI, Mahfud MD) akan memberikan statemen," katanya.

Rionald menyebut proses penyitaan berjalan dengan aman dan lancar.

Penyitaan dilakukan bersama Polres Karawang, Kodim 0604 Karawang, Bareskrim Polri, Gakkum BLBI, Brimob Polda Jabar, Badan Pertanahan Negara (BPN), dan pihak terlait lainnya.

"Serta dari pemda ada satpol PP dan limnas juga membantu kita semua sehingga penyitaan ini bisa dilakukan dan berjalan dengan baik," katanya.

Menurut Rionald, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan kepolisian untuk melakukan pengawasan aset -aset yang disita.

s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy