Fadli Zon Ngaku Tak Tertarik Bergabung dengan Pemerintahan Jokowi Sejak Awal, Simak Pengakuan Selengkapnya



IDEANEWSINDO.COM - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tak tertarik bergabung dengan pemerintahan Jokowi sejak awal menjabat hingga kini.

Akan tetapi, Fadli Zon juga mengatakan bahwa keputusan Prabowo Subianto menerima mandat sebagai Menteri Pertahanan sebagai keputusan yang pas, bahkan dirinya juga turut mengusulkan hal tersebut.

"Saya kira Prabowo itu dalam posisi yang pas, bahkan saya yang ikut mengusulkan Pak Prabowo itu menjadi Menhan. Kalau misalnya memang mau koalisi, Pak Prabowo sendiri yang harus menjadi Menhan," kata Fadli Zon sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Refly Harun pada Jumat, 5 November 2021.

Fadli Zon mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto sesungguhnya telah menunjuk beberapa nama untuk menjadi calon menteri pada kabinet Jokowi periode kedua.

Akan tetapi, dia menyarankan agar Prabowo Subianto bersikap tegas dalam mengambil sikap di antara dua pilihan, yakni tetap menjadi oposisi atau berkoalisi dengan pemerintahan Jokowi.

"Pak Prabowo itu sudah menunjuk beberapa calon untuk menjadi menteri di luar dirinya Pak Prabowo sendiri. Saya bilang pada Pak Prabowo 'Pilihan kita memang hanya dua, oposisi dan koalisi'," ujarnya.

Fadli Zon menilai bahwa Partai Gerindra akan lebih baik jika tetap menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi.

Meski demikian, dia juga sempat mengingatkan agar Prabowo Subianto harus berani mengajukan diri sebagai Menteri Pertahanan jika ingin Partai Gerindra menjadi bagian dari koalisi pemerintahan Jokowi.

"Saya sendiri sebenernya lebih bagus kalau Gerindra itu mengambil posisi oposisi, tetapi misalnya kalau mau koalisi saya bilang Pak Prabowo sendiri yang harus berada sebagai bagian dari koalisi itu, tetapi sebagai Menteri Pertahanan," katanya.

Fadli Zon juga menyoroti fenomena polarisasi di tengah masyarakat akibat perbedaan pandangan politik sejak era pemerintahan Jokowi.

Dia menilai, Jokowi terkesan tak memiliki kemampuan leadership yang mampu menyatukan bangsa Indonesia tanpa memandang perbedaan dari segi apapun.

"Saya sendiri sejak awal melihat bahwa masyarakat yang terbelah ini merupakan sebuah fenomena politik yang luar biasa. Kenapa? Persoalannya ada di leadership. Leadership di bawah kepemimpinan Pak Jokowi ini saya kira agak kurang bisa menyatukan bangsa kita," ujar dia.

Secara pribadi, Fadli Zon mengaku tidak tertarik sedikitpun jika ditawari untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi.

Dia mengaku tak ingin menjilat ludah sendiri karena bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi, kecuali jika ada hal darurat atau luar biasa yang mengharuskannya.

"Saya sejak awal tentu saja tidak mau. Bagaimana saya mengkritik terus seperti menjilat ludah sendiri kecuali ada hal luar biasa. Tapi saya tidak tertarik, tidak berminat, tidak tertarik sedikitpun," tuturnya.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy