Keturunan Yahudi, Foto Ibunda Yapto Soerjosoemarno Bareng Ahok Beredar, Dulu Bela Merah Putih di Ajang Ini



IDEANEWSINDO.COM - Ibunda Yapto Soerjosoermano, Dolly Zegerius memiliki keturunan Yahudi dan Belanda. Pada tahun 2017, foto ibunda Yapto bareng Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beredar di media sosial. Dulu, Dolly Zegerius membela Merah Putih di ajang olahraga ini. 

Nama Yapto Soerjosoemarno belakangan ini terus menjadi perbincangan. Sebab, Ketua Umum Pemuda Pancasila ini dikabarkan menuntut permintaan maaf dari politikus PDI Perjuangan Junimart Girsang di depan publik. 

Seperti kita ketahui, pernyataan Junimart yang dikutip banyak media online itu sudah membuat Yapto dan anggota Pemuda Pancasila geram. Junimart meminta pemerintah melalui Kemendagri mengingatkan kedua ormas, yaitu PP dan FBR usai insiden bentrok keduanya di Ciledug, Tangerang. Menurut Juminart, ormas itu kerap meresahkan masyarakat dengan bentrokan di jalanan.

Setelah digeruduk ratusan anggota Pemuda Pancasila, Junimart telah mengucapkan permintaan maaf. Dia melontarkannya bersamaan dengan demo Pemuda Pancasila di depan Gedung DPR RI, Kamis (25/11/2021) yang berujung ricuh. "Saya sudah sampaikan permintaan maaf via media yang sama. Saya kira tidak perlu berpolemik lagi," kata Junimart.

Selain menuntut maaf, beredar pula kabar anggota Pemuda Pancasila yang meminta Junimart cium tangan Yapto Soerjosoemarno. Namun, Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) Razman Arif Nasution membantahnya. 

Menurut Razman, pihaknya hanya menginginkan permintaan maaf secara terbuka ke sejumlah media massa. "Tapi yang paling pokok itu adalah respons di depan media online, cetak, elektronik, dan kalau ada bahasa mengatakan cium tangan itu nggak benar," kata Razman Arif Nasution dilansir detik, Minggu (28/11/2021). "Itu tidak benar. Saya tidak pernah katakan cium tangan," katanya.

Juru bicara PP itu mengaku tak pernah mendapat perintah tersebut dari Yapto. Ia menilai tuntutan soal cium tangan itu berlebihan. "Karena saya juru bicara, tidak pernah ada perintah ketua umum kepada saya untuk kalau datang Junimart minta maaf dan cium tangan beliau, tidak ada. Itu berlebih-lebihan," lanjutnya.

Menurut Razman, tuntutan PP terhadap Junimart yaitu permohonan maaf yang diutarakan secara publik. Sebab, pihaknya mempermasalahkan pernyataan Junimart yang dinilai menyamakan PP dengan organisasi masyarakat (ormas) lain, seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Betawi Rempug (FBR).

"Tidak ada itu (cium tangan). Yang ada memang harus minta maaf sampaikan kepada publik dan sampaikan bahwa PP jangan disamakan dengan organisasi yang namanya FPI yang namanya FBR. Kita beda," tandas Razman.

Yapto Soerjosoemarno adalah tokoh sentral dalam organisasi kemasyarakatan (ormas) yang bernama Pemuda Pancasila itu. Yapto dikukuhkan sebagai pemimpin Pemuda Pancasila sejak Musyawarah Besar PP III di Cibubur tahun 1981. Hingga kini, kedudukan Yapto tak bergeser. 

Asal tahun saja, Pemuda Pancasila adalah organisasi kepemudaan yang berdiri pada 28 Oktober 1959. Organisasi ini didirikan mantan komandan militer legendaris Abdul Haris Nasution, dengan tujuan tunggal menghadapi ancaman komunis atau sebagai lawan tanding dari Pemuda Rakyat yang dibentuk Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pada 8 November 2014 dalam Musyawarah Besar PP, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Japto S. Soerjosemarno terpilih kembali secara aklamasi untuk memimpin PP selama lima tahun (2014-2019). Sampai 2019 hampir 4 dekade Japto memimpin organisasi ini, melebihi kekuasaan Soeharto memimpin Indonesia di usianya yang menginjak 66 tahun.

Dalam empat dekade terakhir, Pemuda Pancasila identik dengan Japto Soerjosoemarno atau juga dikenal sebagai Yapto Soerjosoemarno alias Yapto SS. Dia adik dari aktris Marini dan anak dari Mayor Jenderal Soetarjo Soerjosoemarno (keraton Mangkunegara) dan Dolly Zegerius (Belanda-Yahudi). Sedari muda, Yapto adalah sosok yang cukup disegani pemuda—termasuk anak kolong—dan para jago.

Nah, bicara ibunda Yapto Soerjosoemarno tentu amat menarik dibahas. Sebab, Dolly Zegerius lahir dengan darah campuran Belanda-Yahudi. Ayahnya Tuan Zegerius adalah jood, Yahudi. Tentara Nazi yang melakukan penangkapan sekaligus pembantaian warga-warga Yahudi di Amsterdam.

Menurut Hilde Janssen dalam karyanya Tanah Air Baru, Indonesia, lebih dari tiga ratus pria Yahudi, termasuk sepupu Dolly, dikirim ke kamp konsentrasi pekerja di Mauthausen.

Mauthausen mendapat predikat Moordhausen, rumah pembantaian, karena siapa saja yang sudah dibawa ke kamp tersebut tidak akan kembali kecuali berita kematian.

Kemudian datanglah Soetarjo Soerjosoemarno atau Tarjo, mahasiswa Indonesia yang kerap berbincang-bincang soal republik dan pemusnahan kolonialisme di Hindia-Belanda. Tarjo indekos di loteng rumah Dolly.

Dolly menikah dengan Tarjo pada 30 September 1943. Pernikahan beda kewarganegaraan ini diharapkan akan saling memberi keamanan. Dolly akan aman karena turut Tarjo, dan Tarjo akan selamat dari moncong bedil tentara Belanda.

Berkat Tarjo, tiga gadis bersaudara Kobus kemudian kenal dan menikah pula dengan orang Indonesia. Betsy Kobus dengan Djoemiran, Annie Kobus dengan Djabir, dan Minnie Kobus dengan Amarie.

Pernikahan ketiganya dilakukan serentak dalam satu hari, 9 Mei 1946. Foto pernikahan mereka dipajang di koran Het Parool, karena ketiga kakak beradik yang menikah pada satu hari yang sama terlebih dengan pria Indonesia merupakan sesuatu yang tak biasa.

Saat di tanah air para pejuang berusaha mengusir penjajah, Tarjo dan kawan-kawan di Belanda mendengarkan pidato Ratu Wilhelmina. Dalam pidato tanggal 7 Desember 1942, Sri Ratu sudah menyampaikan bahwa Belanda akan menjalankan hungan yang lebih setara dengan koloni-koloninya di luar negeri. Perkataan ini membakar semangat orang-orang Indonesia di Belanda yang rata-rata adalah mahasiswa untuk terus menuntut kemerdekaan.

Dolly dan tiga bersaudara Kobus akhirnya turut suami-suami mereka ke Indonesia. Kapal uap Weltevreden angkat sauh dan bergerak pelan menjauhi pelabuhan Rotterdam pada 7 Desember 1946.

Kapal angkut personel militer ini membawa sekitar 300 orang Indonesia beserta keluarganya menuju Jakarta. Termasuk 57 perempuan Belanda yang menikah dengan orang Indonesia. Dolly Zegerius salah satu dari perempuan itu. Tanggal 1 Januari 1947, mereka sampai di Pelabuhan Jakarta.

Lahir di Belanda dan tumbuh besar di Kota Huizen dan Amsterdam, Dolly menikah dengan Soetarjo Soejosoemarno, laki-laki berdarah biru dari Pura Mangkunegaran, Surakarta. Cucu Mangkunegara V itu pergi ribuan kilometer dari Surakarta untuk menempuh pendidikan di Technische Universiteit Delft Jurusan Topografi. Pamannyalah, Mangkunegara VII, yang menyuruhnya kuliah di negeri Belanda.

Dolly dan Soetarjo dipertemukan dalam acara pertunangan kerabat mereka, Soegeng dan Lien, pada 1941. Soetarjo masih saudara sepupu dengan Soegeng, sementara Lien kawan Dolly di bangku sekolah.

Pemuda Mangkunegaran yang pintar main bas dan ukulele, juga lihai melucu, itu segera akrab dengan Dolly. Perbedaan umur lebih dari 12 tahun tak menghalangi hubungan mereka. Dari pernikahan mereka, lahir Marini (yang kemudian menjadi artis kondang Tanah Air) dan Yapto Soerjosoemarno.

Dolly pernah menjadi atlet bridge yang membela Indonesia di SEA Games 1980. Pada Rabu (18/9/2019) Dolly Zegerius meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra Jakarta.

"Innalillahi wa innailaihi raji’un may you rest in Love n Peace oma sayang.. inshaa Allah husnul khatimah dalam pelukan dan cahayaNya.. till we meet again.. Happy reunited with opa n all ur family there," tulis artis Shelomita, cucu dari Dolly, di akun Instagramnya @shelomitadiah, Rabu.

Pada tahun 2017, ketika masa kampanye pemilihan Gubernur DKI Jakarta, foto ibunda Yapto Soerjosoemarno bareng Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beredar di media sosial.

Dalam foto itu, Dolly yang berusia 92 tahun tampak segar bugar. Dia berdiri di sebelah Ahok sembari menunjukkan angka 2, sesuai urutan daftar calon Gubernur DKI Jakarta 2017. 

Dolly Zegerius tidak hanya berfoto bersama Ahok. Dia juga diapit oleh sejumlah tokoh publik, sebut saja mendiang Sys NS, Veronica Tan, Agum Gumelar, dan Pramono Anung. Foto ibunda Yapto bareng Ahok dibuat saat mereka melakukan pertemuan di sebuah mall di Jakarta. 

s: grid.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy