Lihat Langsung Debt Collector Tagih Motor di Jalan, Dedi Mulyadi Turun Tangan: Perusahaan Rugi Dong



IDEANEWSINDO.COM - Dedi Mulyadi telah banyak dikenal masyarakat sebagai anggota DPR.

Namun dibalik menjadi anggota DPR, Dedi Mulyadi kerap membagikan kesehariannya saat turun ke jalan.

Baru-baru ini Dedi Mulyadi tertangkap kamera tengah membubarkan salah satu permasalahan warga dengan debt collector.

Rupanya Dedi Mulyadi melihat secara langsung debt collector tersebut akan mengambil motor milik warga yang belum diketahui namanya.

Dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari kanal YouTube Dedi Mulyadi yang dibagikan pada 7 November 2021. Dedi Mulyadi langsung menghampiri warga yang motornya akan diambil oleh Debt Collector.

Seketika Dedi Mulyadi pun mencoba membubarkan permasalahan yang jadi tontonan warga tersebut.

Diarahkan Dedi Mulyadi ke salah satu ruangan kantor satpam. Rupanya warga yang tak diketahui namanya tersebut telah memiliki hutang lebih dari 6 bulan.

"Dua-duanya menjalankan tugas, yang tidak boleh itu kekerasan," ujarnya.

Dedi Mulyadi pun menerangkan jika debt collector tersebut memiliki tugas yang memang menjadi sebuah perintah dari perusahaan.

"Ini kan ada tugas dar perusahaanya nagih dan ini juga yang ditagih, dua-duanya harus menjalankan tugas dan kewajiban," jelasnya.

Dedi Mulyadi pun menekankan jika kekerasan tak boleh dilakukan oleh seorang debt collector.

"Enggak perlu pakai kekerasan, ini kan perusahaan rugi dong kalau enggak dibayar? Tetapi tidak boleh juga ngambil di jalan," ungkapnya.

Akhirnya Dedi Mulyadi pun melakukan perjalanan menuju perusahaan leasing tersebut demi menuntaskan permasalahan yang telah terjadi.

Dedi Mulyadi pun menyoroti perusahaan yang memperkerjakan para debt collector yang melakukan kekerasan terhadap para pemilik tunggakan.

"Sebenarnya ada dua hal, yang pertama pihak perusahaan tidak boleh mengeluarkan kekuatan di luar aspek legal formal," ujarnya.

"Bahasa kasar agak bawa preman ya. tapi mungkin itu jalan yang cepat yang bisa diambil," sambungnya.

Tak hanya terkait dengan perusahaan, namun Dedi Mulyadi juga menyoroti sosok yang memiliki hutang.

"Yang punya motornya juga kalau kira-kira tak punya kemampuan sebaiknya tidak memaksakan diri," jelasnya.

"Karena memang memiliki dampak pada akhirnya sering terjadi tindak kekerasan," sambungnya.

Pada akhirnya Dedi Mulyadi pun membantu warga yang menunggak tersebut dengan melunasi seluruh hutangnya.

Hal tersebut lantaran warga tersebut rupanya meminjam uang lantaran membantu orang tuanya untuk biaya pengobatan.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy