NasDem Ungkap Ketum Parpol Koalisi Jokowi Inginkan Reshuffle



IDEANEWSINDO.COM - Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengklaim sejumlah ketua umum partai koalisi pemerintah ingin ada kocok ulang susunan kabinet atau reshuffle. Bahkan reshuffle disebut sebagai kebutuhan.

Dia mengatakan itu sudah dibicarakan oleh beberapa ketua umum partai politik koalisi pendukung pemerintah.

"Itu ya kemarin diskusi sama beberapa ketua umum, ya tentang kebutuhan itu (reshuffle) ada iya," kata Willy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/11).


Willy juga mengomentari isu masuknya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto ke dalam kabinet. Isu ini berhembus di saat Hadi bakal memasuki masa pensiun akhir November.

Menurut Willy, keputusan masuk atau tidaknya Hadi ke dalam kabinet jadi kewenangan Presiden Joko Widodo. Namun, ia menilai, untuk menjadikan seseorang sebagai menteri, Jokowi tidak mengedepankan sikap akomodatif.

"Itu prerogatif presiden, cuma kemudian tentu di dalam proses menjadikan seseorang menteri, bukan persoalan utak atik ghatuk atau persoalan akomodatif. Tentu harus kita lihat bagaimana keputusan presiden dalam hal itu benar-benar porsinya tepat," ujar Willy.

NasDem menyerahkan sepenuhnya ke Presiden Joko Widodo ihwal rombak ulang kabinet. Terpenting, reshuffle itu harus mengedepankan prinsip efektivitas dan profesionalitas.

"Tapi bukan dalam prinsip akomodatif. Kita harus mengedepankan prinsip efektivitas, profesionalitas, itu harus menjadi prinsip-prinsip yang terdepan," ujarnya menambahkan.

Isu reshuffle menguat dalam beberapa waktu belakangan. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono sampai memberikan penjelasan pada 28 September lalu.

Dia mengatakan bahwa tidak ada agenda reshuffle pada 29 September. Tanggal itu tepat dengan Rabu Pon yang kerap dipakai Jokowi untuk mengambil keputusan penting.

Istana juga kembali memberikan penjelasan tentang isu reshuffle pada Rabu Pon yang jatuh pada 3 November lalu. Kala itu, Istana menegaskan tak ada reshuffle.

Kini, isu kocok ulang kabinet kembali menguat usai Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki pensiun usai menjadi Panglima TNI.

Isu itu menguat lantaran Hadi merupakan orang dekat Jokowi. Dia pernah menjadi Danlanud Solo ketika Jokowi masih menjabat sebagai wali kota.

s: cnnindonesia.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy