PBNU Trending usai Politisi Demokrat Usulkan Jusuf Kalla sebagai Calon Ketua Umum Hadapi Said Aqil



IDEANEWSINDO.COM - Frasa BBNU mendadak masuk ke jajaran daftar trending topik Twitter Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan, nama Jusuf Kalla dimunculkan sebagai calon kandidat yang dianggap potensial menjadi Ketua Umum PBNU.

Jusuf Kalla yang kini menjadi Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) didorong untuk maju pada Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) rencananya akan digelar pada 23-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung.

Seperti diketahui, sejumlah tokoh digadang-gadang bakal maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sejauh ini ada lima nama yang masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Masing-masing KH Marzuki Mustamar, KH Hasan Mutawakkil Alallah, KH Said Aqil Siraj, KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha, dan KH Yahya Cholil Staquf.

Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution kini mendorong Jusuf Kalla untuk bersaing dalam pemilihan ketua umum PBNU.

Bagi Syahrial Nasution, Jusuf Kalla dianggap sudah memiliki banyak pengalaman sehingga layak untuk memimpin PBNU.

“Pak Jusuf Kalla selain tokoh bangsa, tokoh nasional, tokoh Indonesia Timur, juga tokoh NU. Sangat lengkap pengalaman organisasi dan kemampuannya dlm membesarkan organisasi,” tulis Syahrial di akun Twitternya, dikutip dari Twitternya pada Sabtu (13/11/2021)

Dia menerangkan, JK bisa membesarkan NU seperti beberapa organisasi yang telah dipimpinnya. Seperti DMI dan PMI.

“Seandainya beliau berkenan memimpin NU ke depan, tentu makin membuat besar organisasi Nahdliyin,” jelasnya.

Hasil survei

Beberapa nama disebut jadi sosok kuat untuk bersaing dalam bursa ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Abdul Muhaimin Iskandar dan KH. Said Aqil Siradj masih menempati urutan teratas sebagai calon ketua umum PBNU dan Rais Aam PBNU dalam sebuah polling yang digelar pollingmuktamar.com.

Dilansir dari website pollingmuktamar.com, Minggu, 31 Oktober 2021 total ada 57663 votes dengan komposisi Ketua Umum PBNU menunjukkan angka pilihan sebagai berikut: 

Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si.19.30% (11130 votes), Dr. KH Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A11.75% (6778 votes), KH. Muhammad Yusuf Chudlori10.21% (5890 votes), Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi., L.c., M.A8.03% (4630 votes.

Kemudian KH. Imam Jazuli,Lc. MA7.62% (4396 votes) KH. Muhammad 'Abdurrahman Al Kautsar6.56% (3785 votes), Dr. K.H. Abdul Ghofur Maemun, Lc. MA.5.89% (3399 votes), Nusron Wahid, S.S., M.E.5.11% (2946 votes), KH. Dr. Ahmad Fahrur Rozi5.04% (2905 votes), KH. Maman Imanulhaq Faqih4.48% (2584 votes).

Prof. K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D3.87% (2232 votes), Dr. H. Nadirsyah Hosen, LL.M., M.A., Ph.D.3.41% (1966 votes), Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A.3.14% (1813 votes), Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A2.88% (1661 votes), KH Abdul Ghaffar Rozin, M.ed2.68% (1547 votes)

Sementara hasil polling untuk posisi Rais Aam PBNU sebagai berikut; Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A.53.22% (12027 votes), KH. Yahya Cholil Staquf16.19% (3658 votes), KH. Marzuqi Mustamar, M.Ag10.64% (2404 votes), KH Ahmad Bahauddin Nursalim8.29% (1873 votes), K.H. Miftachul Akhyar6.76% (1527 votes), KH. M. Anwar Manshur4.91% (1109 votes)

Dari angka-angka mengacu pada website pollingmuktamar.com, voters menginginkan duet Cak Imin dan Kyai Said untuk menempati posisi tertinggi organisasi berlambang bintang sembilan tersebut. Dengan rincian Cak Imin di posisi Rois Tanfidziyah dan Kyai Said di posisi Rais Aam.

Kalkulasi Cak Imin untuk turun gunung ke PBNU cukup memungkinkan jika melihat konstalasi calon ketua umum PBNU yang beredar saat ini yakni antara Kyai Said dengan KH. Yahya Cholil Staquf.

Skema duet Cak Imin dan Kyai Said menurut KH. Imam Jazuli adalah skema ideal dalam konteks berpolitik. Menurutnya, simbol NU dan PKB harus bersatu jika ingin menjadi sebuah kekuatan politik yang disegani.

“Persatuan antara tokoh NU dan PKB atau antara Cak Imin dan Kyai Said adalah pasangan yang sangat ideal. Ini akan menjadi sebuah kekuatan politik yang besar yang selama ini sepertinya terlihat bersatu tapi sebenarnya persatuannya belum utuh,” kata KH. Imam Jazuli.

Meski upaya ini nanti akan menemui rintangan berat terkait dengan Khittoh NU yang jelas telah memisahkan diri dengan politik praktis, namun menurut KH. Imam Jazuli secara historis perjuangan ulama sejak zaman dahulu tak dapat dipisahkan dengan aktivitas politik dan kekuasaan. 

“Kita tentunya bisa mengaca pada bagaimana ulama-ulama Walisongo jaman dahulu menguasai kerajaan Islam di Nusantara ini seperti Raden Patah dan Syarif Hidayatullah. Itu artinya, ada aktivitas politik yang dilakukan para Wali, dengan begitu jalan dakwah mereka menjadi lancar dan trebukti meraih kesuksesan besar. Dalam konteks kekinian itu bisa ditiru,” kata Pengasuh  Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon ini.

Muktamar NU sebagaimana diketahui akan dihelat di Lampung pada 23-25 Desember 2021.

Artinya kurang dari satu bulan lagi jam’iyyah ke-Islaman terbesar di Indonesia ini akan mengambil keputusan tertinggi organisasi.

s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy