PKS dan Demokrat Respons Sentilan Jokowi soal Oposisi Lemah di Senayan



IDEANEWSINDO.COM - Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat bicara merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah yang mengaku pernah dicurhati Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal oposisi di Senayan lemah saat ini.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyatakan jumlah fraksi yang berada di barisan pendukung pemerintahan Jokowi lebih banyak saat ini. Menurutnya, hal itu mempersulit oposisi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan di DPR.

"Dalam pengambilan keputusan agak sulit karena sebagian besar fraksi berkoalisi dengan pemerintah," kata pemilik sapaan akrab Hero itu kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/11).

Namun, dia menegaskan, lemah atau tidaknya oposisi bukan diukur dari jumlah suara, melainkan pada kemampuan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Hero berkata, Demokrat akan terus memperjuangkan kepentingan rakyat dan mengkritik setiap program pemerintah yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat secara maksimal.

"Demokrat akan mendukung berbagai program pemerintah yang sejalan dengan rakyat, kita dukung. Tapi bila ada yang kurang tepat, tidak beri manfaat, kami akan maksimalkan itu," tutur Hero.

Senada, anggota DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera mengungkapkan fraksinya akan terus istiqomah menjadi oposisi.

Faktanya, menurutnya, hanya dua partai politik yang berada di luar koalisi pendukung pemerintahan Jokowi saat ini. Namun, kata Mardani, kuat atau lemahnya oposisi ditentukan pada kemampuan memperjuangkan rakyat.

"Tapi kuat dan lemahnya oposisi sangat ditentukan oleh mampunya menyuarakan suara rakyat. PKS yakin, oposisi kian kuat," ujarnya.

Sebelumnya, Fahri mengaku pernah dicurhati Jokowi soal oposisi di Senayan lemah. Fahri menyebut perbincangan itu terjadi saat dirinya bertemu dengan Jokowi.

Jokowi, kata Fahri, heran oposisi tidak mengontrol kinerja pemerintahan. Fahri tak membeberkan jawabannya atas ucapan Jokowi tersebut.

"Suatu hari saya bertemu dgn presiden @jokowi dan kalimat yang pertama keluar dari belia adalah, "mas kenapa sekarang oposisinya lemah kok Senayan pada diam, banyak menteri gak diawasi apa yang terjadi?". Silahkan pikir sendiri jawabannya. Sampai jumpa, kita rehat sejedag," cuit Fahri dalam akun Twitter @Fahrihamzah, Rabu (3/11).

Fahri berpendapat oposisi diperankan oleh DPR dan DPD dalam sistem pemerintahan presidensial Indonesia. Dia mengingatkan tugas anggota legislatif di kedua lembaga itu adalah pengawasan.

Menurutnya, legislatif punya kewenangan luar biasa karena dapat mempertanyakan seluruh kebijakan tanpa takut dipidana. Selain itu, legislatif bisa melakukan investigasi terhadap eksekutif.

s: cnnindonesia.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy