Presiden Jokowi Akan Tinjau Banjir Sintang, Lasarus Undang Fadli Zon ke Sintang



IDEANEWSINDO.COM - Ketua Komisi V DPR-RI, Lasarus menyampaikan langsung kondisi banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, pada Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, disela-sela peresmian Jalan tol Serang-Rangkasbitung, Selasa 16 November 2021.

Lasarus menyebut, pada Kamis 18 November 2021, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono akan terlebih dahulu meninjau banjir di Kabupaten Sintang.

Kepada Presiden Jokowi, Lasarus melaporkan bahwa banjir di Sintang sudah berjalan hampir pekan ke 4. Banjir kali ini melanda 12 Kecamatan dengan jumlah KK terdampak mencapai 35. 807 KK atau 124. 497 jiwa.

"Hal tersebut langsung saya sampaikan kepada Menteri PUPR Bapak Basuki Hadimuljono dan Bapak Presiden Joko Widodo disela-sela kesempatan peresmian Jalan tol Serang-Rangkasbitung hari ini. Pada saat yang bersamaan juga Pak Menteri PUPR menyampaikan akan bersama saya meninjau langsung banjir di Sintang tanggal 18 November 2021 mendatang. Jika tidak ada halangan bapak Presiden juga akan meninjau ke Sintang," kata Ketua DPP PDI-Perjuangan Provinsi Kalbar dikonfirmasi Tribun Pontianak.

Disela-sela peresmian tol Serang-Patimbang, Lasarus juga membahas masalah banjir di Kalbar, khususnya Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu dan Sekadau. Menurut Lasarus, tahun depan direncanakan untuk memulai proses penghijauan area tangkapan hujan di perhuluan sungai.

"Dalam kesempatan tersebut Presiden juga membahas masalah banjir di Kalbar: Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan Sekadau. Ia menyampaikan bahwa selain cuaca ekstrime kerusakan daerah tangkapan hujan yang terjadi sudah puluhan tahun menjadi penyebab utama melubernya sungai Kapuas. Menurutnya tahun depan direncanakan untuk memulai proses penghijauan area tangkapan hujan di perhuluan," ujar Lasarus.

Undang Faldi Zon

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai PDI-Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat, Lasarus mengundang politikus Partai Gerindra, Fadli Zon untuk datang berkunjung ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Tantangan ini sekaligus menjawab Fadli Zon di Twiter yang menyindir Presiden Jokowi soal banjir 3 pekan belum surut di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Anggota DPR-RI tersebut mempertanyakan, kapan Presiden Jokowi berkunjung ke Sintang, setelah menjajal langsung Sirkuit Mandalika di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sudah 3 minggu banjir belum surut," tulis Fadli di akun Twitter pribadinya, @fadlizon, seperti dilihat, Sabtu 13 November 2021.

Lasarus menilai, cuitan Fadli Zon tersebut merupakan pendapat pribadi dan bukan pandangan Partai Gerindra, yang saat ini juga bagian dari pemerintah.

"Saya mengundang Bung Fadli Zon datang ke Sintang. Fadli Zon boleh lah datang ke sini, kan wakil rakyat juga," kata Lasarus, Sabtu 13 November 2021.

Menurut Ketua Komisi V DPR-RI Dapil Kalbar II, ini Presiden Jokowi sudah sangat memperhatikan masyarakat Kalbar yang terdampak banjir. Apalagi, beberapa waktu lalu Mentri Sosial RI Tri Rismaharini hingga Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito juga sudah meninjau dan menyerahkan langsung bantuan kepada warga terdampak banjir, termasuk di Kabupaten Sintang."Jadi presiden tentu punya tugas yang banyak sekali. Presiden sebenarnya sudah menugaskan mensos tempo hari, saya menemani, kemudian dari BNPB juga sudah datang," tegasnya.

Sebagai partai pengusung Jokowi, PDI-Perjuangan Kalbar, sudah bekerja keras mendistribusikan bantuan paket sembako untuk masyarakat Kalbar, terdampak bencana banjir.

"Kami sendiri adalah partai pendukung Pak Jokowi. Kami sudah bekerja di sini, 2 minggu terkahir, berjibaku dengan masyarakat mengerahkan kekuatan yang ada, mengerahkan 5 ribu lebih (paket sembako)," tegas Lasarus.

Lasarus meminta agar Fadli Zon tidak memanfaatkan bencana alam di Kabupaten Sintang, untuk popularitas politik.

"Jadi jangan memanfaatkan sintang ini untuk mencari popularitas politik. UntUK Fadli Zon apalagi beliau kan bagian dari Parpol Gerindra, bagian dari pemerintah, kita punya tanggungjawab sama terhadap sintang, bukan hanya Presiden Jokowi. Bung Fadli Zon di gerindra juga punya tanggungjawab. Mana bantuan sumbangannya, kirim ke Sintang sini, jangan ngomong, Tok! Jadi saya rasa jangan memanfatkan momen seperti ini untuk mencari popularitas politik pribadi kalau menurut saya, karena Gerinda saya pikir tidak punya pandangan yang sama dengan Pak Fadli Zon," jelas Lasarus.

s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy