Pukul Mulutnya Sendiri Sambil Menangis, Anggiat Pasaribu Menyesal Setengah Mati Bentak Orang Tua di Bandara, Ini Keinginannya Terhadap Ibunda Arteria Dahlan



IDEANEWSINDO.COM - Sosok Anggiat Pasaribu kini sedang mendapat sorotan tajam.

Dikutip Gridhot dari Kompas.com, dirinya merupakan sosok wanita yang dijemput mobil TNI setelah sebelumnya membentak ibunda Arteria Dahlan di Bandara Soekarno-Hatta.

Setelah sosoknya muncul dan terbongkar, dirinya kini nampak menyesali perbuatannya.

Anggiat Pasaribu menyesal telah membentak-bentak lansia.

Dikutip Gridhot dari Tribun Jateng, dia tak menyangka mulutnya mengeluarkan kata-kata tak pantas diucapkan ke sosok orang tua.

Hal itu diungkapkan Hasan Husaeri selaku rekan Anggiat Pasaribu sekaligus mediator dengan Arteria Dahlan.

"Saya pun nggak tahulah, Bang, kenapa mulut saya begitu saya nggak pernah lakukan itu," kata Hasan Husaeri menirukan omongan Anggiat Pasaribu, belum lama ini.

Hasan Husaeri pun mengutarakan keinginan Anggiat Pasaribu segera bertemu Ibunda Arteria Dahlan yang sempat dibentaknya kemarin.

Anggiat Pasaribu ingin memeluk ibunda Arteria Dahlan, bersimpuh dan meminta maaf secara langsung.

"Dia nangis, mulutnya semalam itu dipukul-pukulnya."

'Kenapa mulutku bisa ngomong gini' sambil nangis," beber Hasan Husaeri politisi asal PPP itu.

Pingsan

Tibalah momen Anggiat Pasaribu menyampaikan hal penting ke publik.

Dia meminta maaf telah membuat kegaduhan yang semestinya tidak perlu terjadi.

Hal itu disampaikan Anggiat Pasaribu setiba di kantor Polresta Bandara Soekarno Hatta, Rabu 24 November 2021.

Kedatangan pihak Anggiat Pasaribu untuk mencabut laporan atas Arteria Dahlan.

Didampingi kerabat dan kuasa hukum, Anggiat Pasaribu alias Rindu menyampaikan permintaan maaf, khususnya ke keluarga besar Arteria Dahlan.

"Mohon maaf atas kekhilafan saya dan kegaduhan yang ada terutama untuk keluarga Pak Arteria Dahlan, khususnya ibundanya."

"Saya juga minta maaf ke TNI AD udah bikin gaduh dan juga kepada Pak polisi minta maaf rekan-rekan masyarakat saya mohon maaf sekali lagi," ujar Anggiat Pasaribu.

Saat sesi tanya jawab dengan wartawan, Anggiat Pasaribu mendadak jatuh.

Dia hilang kesadaran, pingsan.

Sontak saja sejumlah orang dalam ruangan konferensi pers itu menolong Anggiat Pasaribu.

Mereka membopong tubuh sepupu Brigjen Zamroni itu lalu membaringkan di sofa.

Sejurus kemudian Anggiat Pasaribu mulai sadar.

Dia kembali dibopong para kerabat menuju mobil lalu meninggalkan Polresta Bandara Soekarno Hatta.

s: grid.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy