Sakit Hati Difitnah Korupsi Dana Desa, Eks Kades di Pati Cabuti Ratusan Tiang Lampu Jalan



IDEANEWSINDO.COM - Sulhan, mantan kepala Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terpaksa mencabuti ratusan tiang lampu jalan yang dia dirikan selama menjabat.

Alasannya, Sulhan mengaku sakit hati difitnah telah melakukan korupsi oleh lawan politiknya.

"Hari ini sudah 100 tiang beton saya angkut pulang. Sisanya segera. Saya sakit hati dituduh korupsi Dana Desa dan tidak punya sumbangsih selama 12 tahun menjabat. Padahal pemasangan 125 tiang lampu pakai dana pribadi saya. Per tiang habis Rp 3 juta," kata Sulhan saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Rabu (3/11/2021).

Sebelum mencabut tiang-tiang itu, Sulhan terlebih dahulu meminta beberapa orang suruhannya memutus aliran listrik.

Tak sampai hati

Sulhan sebetulnya tak sampai hati melakukan aksinya itu. Pasalnya, setelah tiang-tiang lampu itu dicabut, lokasi di sekitar minum penerangan.

Namun demikian, Sulhan terlanjur sakit hati dan tak terima telah difitnah dan akhirnya kalah saat pemilihan kepala desa.

Dirinya mengaku sudah menunggu itikad baik dari lawan politiknya, namun ternyata hal itu tak segera muncul.

"Sebetulnya saya kasihan warga. Pengennya selesai baik-baik toh saling memaafkan itu baik, namun tak ada itikad baik dari Kades Guwo sekarang. Bahkan Pak Kapolsek sudah saya minta mediasikan di rumah tapi dia tak datang," kata Sulhan.

Penggalangan dana
Sementara itu, Kepala Desa Guwo Sutaji menjelaskan, pencabutan ratusan tiang lampu oleh Sulhan memang berdampak kurangnya penerangan di sejumlah titik.

Namun, dirinya berinisiatif menggalang pelelangan banda desa. Hasil lelang itu akan digunakan untuk memasang tiang-tiang lampu yang telah dicabuti.

Selain itu, Sutaji mengaku sudah mengutus perwakilan perangkat desa untuk berembug dengan Sulhan.

"Hasilnya sekitar Rp 60 juta digunakan untuk membeli tiang-tiang penerangan jalan, namun tak setinggi dulu yang penting tidak lagi gelap. Sebenarnya saya sudah utus perangkat untuk mendatangi Pak Sulhan, tapi belum ada kabar," pungkas Sutaji.

s: kompas.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy