Sebelum Meninggal, Max Sopacua Berkali-kali Beri Pesan pada Keluarga, Sampaikan Maaf ke SBY dan AHY



IDEANEWSINDO.COM - Politikus Partai Demokrat Max Sopacua meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (17/11/2021) pagi, karena sakit paru-paru.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Max Sopacua sempat menyampaikan pesan tentang Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya.

Ferro Sopacua, putri Max Sopacua, menuturkan, pesan itu berkali-kali disampaikan Max Sopcaua ketika menjalani perawatan di RSPAD dan masih bisa berkomunikasi.

Mantan penyiar olahraga di TVRI tersebut, mengucapkan permintaan maaf kepada SBY dan kedua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ibas

Menurut Ferro, permintaan maaf itu sering diucapkan kepada keluarga untuk disampaikan ke publik.

Selain itu, Max Sopacua menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga dan teman temannya.

Ferro Sopacua mengatakan bahwa kalimat itulah yang sering kali terekam oleh anak anaknya.

"Alhamdulillah semua sudah bagi kami sesuatu yang sangat luar biasa dan penghargaan bagi kami, dan kami ucapkan terimaksih kepada ketua umum dan juga pak SBY, karena terakhir pesan beliau (Max Sopacua) ketika bisa berkomunikasi, memohon maaf," ujarnya.

Untuk itu, kata Ferro, pada kesempatan ini pihak keluarga langsung menyampaikan pesan dari almarhum tersebut.

"Dan kami pihak keluarga menyampaikan maaf sebesar besarnya ke semua orang yang pernah merasa tersakiti atau terzolimi oleh beliau, baik sengaja maupun tidak disengaja. Dalam kesempatan ini dari hati yang paling dalam mewakili almarhum saya Ferro Sopacua mewakili ayah saya meminta maaf setinggi tingginya kepada siapapun yang merasa pernah merasa dirampas baik tutur kata maupun sikap," ujarnya.

Terpisah, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengajak jajarannya mendoakan almarhum.

"Inalillahi wa inna ilaihi rajiun. Turut belasungkawa atas wafatnya Bapak Max Sopacua," tulis AHY melalui akun Twitter-nya @AgusYudhoyono, Rabu (17/11/2021).

Dalam cuitannya, AHY menyebut mendapat kabar berpulangnya Max Sopacua dari putri almarhum.

Dia lantas mengajak Partai Demokrat mendoakan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT.

"Hari ini saya mendapat kabar duka tersebut dari putri Almarhum. Saya mengajak Keluarga Besar @PDemokrat untuk kirim doa, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan. Amin," tulis AHY.

Seperti diketahui, Max Sopacua sebelumnya berada di kubu Demokrat versi KLB Deliserdang atau kubu Moeldoko.

Ia termasuk inisiator Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.

Di kubu itu, Max Sopacua menempati posisi sebagai Ketua Dewan Kehormatan

Max juga kerap memberikan 'serangan' kepada Demokrat kubu AHY, termasuk kepada SBY.

Bahkan, Max sempat membuat konferensi pers di Bukit Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021).

Max Sopacua, saat itu mengatakan acara ini sengaja digelar di Hambalang, untuk mengingatkan kembali sejarah kelam Partai Demokrat.

“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Kami kembali ke Hambalang karena proyek ini yang merontokkan elektabilitas Partai Demokrat,” kata Max di Hambalang, medio Maret 2021.

Menurut dia, megakorupsi Hambalang adalah bagian integral yang membuat elektabilitas Partai Demokrat turun.

"Karena itu, kami ingin menyelamatkan partai ini sebelum benar-benar tenggelam,” ungkapnya.

Meskipun kasus ini sudah ditangani secara hukum, ia menilai masih ada yang belum tersentuh hukum dalam kasus ini.

“Andi Malarangeng sudah masuk penjara karena dia menteri olahraga waktu itu. Nazarudin, Anas Urbaningrum, dan Angelina Sondakh juga sudah menjalani hukuman. Itu teman-teman kami di Partai Demokrat,” tambah Max.

Namun, Max mempertanyakan ada pihak-pihak yang menikmati hasil dari Hambalang yang tidak tersentuh hukum sampai hari ini.

“Ibas kan disebut juga oleh saksi-saksi, termasuk Yulianis, tetapi hingga kini tidak tersentuh hukum,” paparnya.

“Kami mendorong KPK untuk menindaklanjuti keterangan saksi-saksi seperti Nazarudin dan Yulianus,” tambahnya.

Dengan latar belakang ini, maka Partai Demokrat versi KLB Sibolangit menggelar konferensi pers di Hambalang.

“Kami ingin agar tempat ini menjadi starting point, bukan untuk korupsi, tetapi untuk maju ke depan membela negara,” ujar Max.

Partai Demokrat pimpinan Moeldoko ingin membangun kembali citra partai dari Hambalang.

“Kami ingin mulai dari sini sekarang menuju 2024,” tegasnya.

s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy