Tugas Mulia Jokowi Selamatkan Hutan Disebut Telah 'Dirusak' oleh Pernyataan Menteri LHK



IDEANEWSINDO.COM - Politikus Partai Demokrat, Yan Harahap, berpendapat bahwa pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, telah "merusak" tugas mulia Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelamatkan lingkungan dan generasai masa depan.

Yan Harahap menilai bahwa pernyataan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar seolah-olah abai dan rela "mengorbankan" kelestarian lingkungan hidup dan deforestasi demi pembangunan infrasturktur.

Menurutnya, hal dianggap keliru ini perlu dievaluasi.

Melalui cuitannya, Yan Harahap juga mengunggah video berdurasi 2 menit 15 detik yang merangkum polemik pernyataan Siti Nurbaya Bakar dan Jokowi mendapat mandat Presidensi G20.

Dalam video itu, sang narator menjelaskan bahwa Jokowi merasa mandat Presidensi G20 sebagai tugas suci.

"Malam itu di Roma, ia tak bisa tidur. Dadanya berkecamuk. Presiden Jokowi merasa mandat Presidensi G20 adalah tugas suci yang datang kepadanya. Tugas untuk menyelamatkan lingkungan dan generasi masa depan," kata si Narator.

"Presiden Jokowi membayangkan dirinya kembali ke masa itu, masa kanak-kanak sebagai bocah yang bermain di tepi Kali Anyar, hidup bersahaja dengan air yang jernih. Bocah laki-laki itu begitu jatuh cinta kepada hutan. Dan kelak ia menebus cinta itu dengan kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada," sambungnya.

Sang narator menjelaskan bahwa Jokowi pernah mengatakan akan me-reshuffle seluruh kabinet yang terlibat eksploitasi alam.

"Dadanya berkecamuk. Sebab itu, sesaat sesudah ia menjejakkan kaki di Jakarta. Ia umumkan kata-kata yang pertama, bahwa ia akan mereshuffle seluruh kabinet yang terlibat eksploitasi alam. Ia tak lagi sudi pundaknya menjadi pijakan ketamakan orang-orang di sekelilingnya," kata si narator.

"Ia titahkan untuk mengevaluasi seluruh konsesi yang terbukti melakukan perusakan lingkungan. Ia perintahkan menutup semua perusahaan itu dan menghukumnya. Termasuk mengganti seluruh Direksi BUMN yang ikut andil dalam perusakan itu," sambungnya.

Kemudian, si narator mengatakan bahwa Jokowi bergetar hatinya saat membayangkan hutan-hutan terbakar dan melihat satwa-satwa yang berlari mencari perlindungan.

"Ia tak bisa menunda. Ia tunjuk menteri hukum segera membuat draf Perppu UU Mineral dan Batu Bara (Minerba) dan me-review kebijakan yang memberi karpet merah korporasi hitam dan investasi hitam," tutunya.

Si narator kemudian mengatakan bahwa semua itu adalah harapan dari Kader Partai Demokrat yang menginginkan momentum Presidensi G20 sebagai titik sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy