UU Cipta Kerja Meresahkan, Pemerintah Tabung Kerusuhan



IDEANEWSINDO.COM - Polemik UU Cipta Kerja hingga saat ini masih belum ada habisnya.

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan jika UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat selama dua tahun menjadi sorotan publik.

Sebelumnya, saat masih dalam proses perancangan, UU Cipta Kerja ditolak oleh masyarakat Indonesia karena dianggap banyak yang menguntungkan penguasa dari aturan tersebut.

"Kondisi politiknya, rakyat hanya jadi legitimasi setiap pemilihan yang dilakukan lima tahun sekali. Setelah pemilihan ditinggalkan. Itu kondisi politiknya begitu dan itu artinya kekuasaan sedang menabung kerusuhan," kata Rocky Gerung dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube miliknya.

Pada awalnya, Rocky Gerung melihat jika oligarki hanya ada di sektor politik dan menganggap bisa diatasi dengan kemampuan menyeimbangkan oposisi.

Namun, setelah berjalan selama beberapa saat, Rocky Gerung menilai jika oligarki telah menyebar ke seluruh sektor vital dalam pembangunan Indonesia.

"Lama-lama kita lihat oligarki ada di istana dan partai politik. Sekarang oligarkinya ada di MK. 'Kan kalau kita lihat yang dissenting opoinion adalah mereka yang berasal dari profil-profil yang disetujui istana. Kesepakatan pengangkatan mereka kongkalikong dengan DPR," ujar Rocky Gerung.

Melihat kondisi demikian, Rocky Gerung menilai pemerintah saat ini melakukan elect of autocracy terhadapa profil-profil yang dipilih untuk menduduki sektor vital Indonesia.

"Di istana mereka kasih sinyal dissenting opinion supaya sisa-sisa UU Cipta Kerja masih bisa dimanfaatkan karena investor dan oligarkinya lagi menunggu bagaimana cara merampok hutan, menekan upah buruh. Jadi, dengan mudah kita baca bahwa oligarki itu akhirnya beroperasi di seluruh pembuluh darah politik," ucap Rocky.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy