Zulhas Tanya DKI atau Jabar, Bima Arya: Tergantung Perintah Ketum



IDEANEWSINDO.COM - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) memberi dua pilihan kepada Bima Arya Sugiarto untuk pengabdian selanjutnya usai menjabat Wali Kota Bogor. Pilihan itu yakni maju ke DKI Jakarta atau Jawa Barat.

"Ke Jabar atau DKI?," tanya Zulhas ketika berbincang dengan Bima usai berolah raga di Kebun Raya Bogor, Sabtu (13/11).

"Tergantung perintah Ketum," dijawab cepat Bima Arya.

"Tepat itu jawabannya," timpal Zulhas lagi.

Zulhas melakukan safari politik di Bogor pada Sabtu (13/11). Dalam kunjungannya di Bogor, Zulhas didampingi Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno dan Ketua DPP PAN yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya. Selain berolah raga bersama, Zulhas juga menghadiri pertemuan kader PAN se-Kota dan Kabupaten Bogor.

Dorongan untuk Bima agar terus maju dan ikut dalam kontestasi pemilihan gubernur (pilgub) 2024 juga datang dari Sekjen PAN Eddy Soeparno. Menurutnya, Balaikota Bogor sudah terlalu kecil untuk Bima Arya.

"Rasanya Balaikota Bogor sudah terlalu kecil untuk Kang Bima. Maunya kita Balaikota DKI Jakarta atau Gedung Sate. Itu paling cocok untuk Kang Bima," kata Eddy dalam sambutannya di depan kader PAN Kota dan Kabupaten Bogor.

Bima Arya pun kemudian menanggapi dorongan untuk maju di Pilgub 2024. Untuk maju di DKI Jakarta atau Jawa Barat, Bima mengaku akan tetap menunggu arahan Ketum PAN.

"Setelah pengabdian di Bogor mau kemana, ada usulan, ada spekulasi, ada pertanyaan tapi saya selalu sampaikan, saya manut, sami'na wa atho'na (kami mendengar dan kami taat). Perintah Ketum akan saya jalankan dimanapun itu karena terbaik untuk partai," kata Bima Arya.

Bima menyebut, PAN hari ini berbeda dengan PAN di masa lalu. Menurutnya, PAN kini sudah lebih jelas baik dari sisi posisi politik dan ideologi. Bima juga menyebut, PAN kini kebih kompak.

"Yang pertama, hari ini posisi kita jelas, ideologinya jelas, posisinya politiknya jelas, ideologinya seperti yang Ketum selalu sampaikan kita ini di tengah, tidak di kanan, tidak di kiri. Posisinya jelas pendukung pemerintah. Yang tidak jelas, sudah di masa lalu. Sekarang sudah jelas. Jadi, kalau ideologinya jelas, posisinya jelas, tinggal kita kerja keras," ungkapnya.

"Tidak pernah rasanya sepanjang sejarah partai, kita sekompak dan sesolid ini. Bang Hatta, Mas Tris, Ketum, Sekjen, semuanya turun. Sama-sama, bahu membahu untuk membesarkan partai. Ini modal yang luar biasa," Imbuh Bima.

Karena itu, Bima Arya optimistis PAN Kota Bogor memasang target 3 besar di Pileg 2024.

"Insya Allah minimal 1 dapil, 1 kursi. Untuk apa? Untuk mengamankan kursi Wali Kota Bogor 2024. Siapapun nanti, tidak bisa kita lepaskan itu, Insya Allah tetap kita akan pertahankan," tutup Bima.

s: news.detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy