3 Fakta Baru Kasus Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santriwati, Mungkin Anda Kaget!



IDEANEWSINDO.COM - Sejumlah fakta baru kasus dugaan pemerkosaan 13 santriwati oleh terdakwa Herry Wirawan terungkap di persidangan di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (28/12).

Diketahui, empat dari 13 santriwati yang dicabuli Herry Wirawan hamil dan telah melahirkan 9 bayi.

Herry melakukan tindakan asusila itu sejak 2016 hingga awal 2021.

Berikut fakta-fakta baru yang terungkap pada persidangan terakhir:

1. Korban Masih Kerabat Istrinya

Diberitakan jabar.jpnn.com, satu dari 13 korban yang dicabuli Herry ternyata masih kerabat istri terdakwa.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Dodi Gozali, keterangan itu diketahui berdasarkan penjelasan pihak keluarga korban.

Namun, Dodi tidak memerinci silsilah kekerabatan antara korban dengan terdakwa pemerkosa 13 santriwati.

"Jadi, masih ada (hubungan) kerabat," ucap Dodi seusai persidangan.

Hal serupa juga disampaikan Dewan Pembina Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bimasena.

"Korban ini juga masih satu kerabat dengan istri (pelaku), seperti sepupu," beber Bimasena yang juga hadir di PN Bandung.

2. Manipulasi Usia

Fakta lain yang terungkap pada persidangan itu ialah soal manipulasi usia korban.

Dodi menerangkan terdakwa Herry Wirawan memalsukan usia korbannya agar mendapatkan penanganan medis saat melahirkan.

Guna mengelabui bidan dan dokter yang menangani korban santriwati, Herry menyebut usia korban sudah 20 tahun.

"Dokter dan bidan ini membantu salah satu korban yang melahirkan," ungkap Dodi.

3. Bayi Korban Lahir sehari sebelum Herry ditangkap 

Menurut Dodi, pada persidangan tersebut jaksa menghadirkan enam saksi Dua orang saksi itu di antaranya paramedis, yaitu dokter dan bidan. Sementara itu, tiga orang saksi merupakan kerabat terdakwa, dan satu orang kerabat korban. 

Dodi menjelaskan saksi paramedis itu ikut membantu proses korban melahirkan. Kelahiran anak dari korban berlangsung satu hari sebelum Herry Wirawan ditangkap polisi terkait kasus pencabulan. 

"Lahir di sebuah klinik di Bandung, dan bidan ini bekerja dengan dokter tersebut," ujar Dodi.

s; jpnn.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy