AS Setujui Pembentukan Lembaga Khusus Perangi Islamofobia, Rocky Gerung: di RI Masih Doyan Otak Atik Agama



IDEANEWSINDO.COM - Amerika Serikat (AS) menyetujui proposal yang diajukan oleh partai Demokrat terkait pendirian badan atau lembaga khusus untuk memerangi Islamofobia.

Persetujuan ini menyusul indisen penghinaan bernada anti-Islam yang dilontarkan oleh anggota Kongres AS dari partai Republik kepada politisi partai Demokrat.

Nantinya, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS akan membentuk kantor atau lembaga yang dikhususkan untuk mengatasi perilaku anti muslim atau Islamofobia di Amerika Serikat.

Pembentukan lembaga khusus dari Amerika Serikat untuk memerangi Islamophobia ini tentu menyita perhatian dunia.

Pengamat politik, Rocky Gerung juga tak ketinggalan memberikan pendapatnya terkait keputusan Amerika Serikat untuk membentuk lembaga khusus untuk memerangi Islamofobia.

Menurut Rocky Gerung, keputusan ini bisa menjadi tanda bahwa Amerika Serikat sudah keluar dari Afghanistan. Ini juga menjadi tanda bahwa dunia hendak mengakhiri Islamofobia.

“Amerika kasih tanda yang kuat bahwa dia keluar dari Afghanistan yang dianggap sebagai pusat radikalisme,” kata Rocky Gerung seperti dikutip Kabar Besuki dari kanal Youtubenya pada 19 Desember 2021.

“Seharusnya kita harus melihat itu sebagai paket dunia yang hendak mengakhiri Islamofobia,” sambungnya.

Namun sayangnya, Rocky Gerung menilai bahwa di Indonesia justru masih suka mengeksploitasi isu Islamofobia.

Ia bahkan menyebut bahwa masih banyak buzzer partai politik yang dungu dan tidak bisa membaca perubahan politik dunia.

“Tapi dasar buzzer-buzzer dari beberapa partai itu dungu, dia gak bisa baca perubahan politik dunia, jdi kita akhirnya tau kemampuan berpikir mereka yang terus mengeksploitasi Islamofobia di Indonesia itu nyaris nol,” jelasnya.

“Jadi dunia baru dihasilkan, sementara kita di Indonesia masih doyan ngotak ngatik soal agama,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia itu juga mengatakan bahwa Indonesia seharusnya memanfaatkan momentum ini untuk bisa mengakhiri isu Islamofobia.

Karena menurutnya, kebebasan rakyat Indonesia tidak boleh dihalangi oleh desain politik rezim yang hendak mengontrol masyarakat sipil dengan menggaungkan fobia terhadap politik Islam.

“Ini momentum sebetulnya untuk Indonesia untuk mengakhiri Islamofobia, karena kita sepakat untuk menghasilkan perdamaian dunia dan menciptakan kesetaraan manusia atau warga negara untuk mengucapkan apa saja sebagai aspirasi,” ujar Rocky Gerung.

“Intinya adalah kebebasan kita tidak boleh dihalangi oleh semacam desain politik rezim yang hendak mengontrol masyarakat sipil dengan menghembuskan terus menerus fobi terhadap politik islam dalam negeri, itu konyol dan dungu,” tandasnya.

s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy