Dasco Heran Pengurus PD Respons 'Anak Pendiri Parpol Dikarbit': Cari Panggung



IDEANEWSINDO.COM - Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad heran pernyataannya terkait 'anak pendiri partai politik tertentu dikarbit' menimbulkan reaksi dari pengurus Partai Demokrat (PD). Dasco menyebut pernyataannya itu menekankan perlunya regenerasi pimpinan partai politik.

"Saya beberapa hari ini diam, karena saya sebenarnya dengan para pengurus Demokrat itu sudah berkomunikasi dengan baik," kata Dasco, kepada wartawan, Selasa (21/12/2021).

Dasco mengakui melontarkan pernyataan soal pentingnya regenerasi pimpinan di sebuah partai politik. Dia menekankan soal frasa 'orang tua' dalam pernyataannya tersebut.

"Dalam acara internal partai, saya menyampaikan bahwa regenerasi itu perlu dan pemimpin partai itu tidak ujug-ujug, itu betul, dan saya juga bilang bahwa jangan sampai karena orang tuanya pendiri partai, lalu anaknya ujug-ujug jadi pimpinan partai. Itu saya bilang orang tua lho," papar Dasco.

Karena itu, Dasco heran dengan pengurus PD yang bereaksi. Wakil Ketua DPR RI itu menyebut, mereka yang bereaksi sedang mencari 'panggung', sebab mereka bukan pengambil keputusan di internal PD.

Karena itu, Dasco heran dengan pengurus PD yang bereaksi. Wakil Ketua DPR RI itu menyebut, mereka yang bereaksi sedang mencari 'panggung', sebab mereka bukan pengambil keputusan di internal PD.

"Dan saya heran kemudian teman-teman dari Partai Demokrat bereaksi. Tapi saya lihat, justru yang bereaksi bukan teman-teman yang biasa kami berkomunikasi, atau para pengambil keputusan di partai," terang Dasco.

"Akhirnya saya berkesimpulan bahwa yang bereaksi itu yang sedang mencari panggung dan mencari poin terhadap pimpinan Partai Demokrat," imbuhnya.

Dasco mengaku pernyataannya soal regenerasi pimpinan partai bukan untuk menyindir Partai Demokrat. Dia sendiri menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pantas menjadi Ketua Umum Demokrat.

"Karena saya pikir, apa yang saya sampaikan bukan untuk Partai Demokrat dan seharusnya Partai Demokrat tidak merasa. Dan seperti kita tahu, Mas AHY itu tidak ujug-ujug, dia pernah jadi pengurus Kogasma, sehingga pantaslah kalau jadi ketua umum," sebut Dasco.

"Saya pikir komunikasi yang selama ini bagus dengan Partai Demokrat, baik di tataran partai maupun di DPR, saya pikir seharusnya tidak terganggu dengan orang-orang yang kemudian di Demokrat hanya ingin mencari poin terhadap ketua umumnya," lanjutnya.

Lebih lanjut Dasco mengaku bukan tipe orang yang suka menyindir. Waketum Gerindra itu menegaskan tak ada maksud untuk mendiskreditkan Partai Demokrat.

"Sudah jelas bahwa saya tidak pernah menyebut atau kemudian bermaksud untuk mendiskreditkan Partai Demokrat atau pimpinan dari Partai Demokrat. Karena, kalau itu terjadi, alangkah bodohnya saya, karena saya bukan, pertama, tipe begitu dan kami selama ini, di tataran pimpinan Partai Demokrat maupun di DPR, komunikasi sangat bagus dan hubungan sangat baik dan bukan tipe saya suka menyerang-nyerang," jelasnya.

Adapun pernyataan soal anak pendiri parpol dikarbit disampaikan Dasco dalam agenda Penutupan Kongres Tunas Indonesia Raya (Tidar) di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (19/12). Dasco mencontohkan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang baru saja terpilih menjadi Ketua Umum PP Tidar periode 2021-2026.

"Rahayu Saraswati yang saya kenal itu menapak dan mengikuti serta mengalami pendidikan dan berjenjang. Jadi tidak kemudian seperti partai-partai lain yang bapaknya mendirikan partai dan ketua umum partai, tiba-tiba anaknya langsung dikarbit," katanya.

"Kalau orang bilang, 'wah, itu kan anak Pak Hasyim, enggak gitu, kita tahu sejarahnya. Sudah pernah jadi anggota DPR RI, ketum sayap partai dan Waketum partai besar. Jadi ini adalah prestasi yang dibuat berjenjang. Bukan karena ada pak Hasyim saya ngomong begini," lanjut Dasco.

Pernyataan Dasco tersebut, khususnya soal 'anak pendiri partai politik dikarbit', ditanggapi oleh sejumlah pengurus Demokrat. Ada dua setidaknya pengurus PD yang menanggapi Dasco, Kepala Bakomstra PD Herzaky Mahendra Putra dan Deputi Bappilu PD Kamhar Lakumani.

Reaksi Partai Demokrat Pamer Capaian AHY

Partai Demokrat (PD) memamerkan capaian Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kita menghargai pernyataan Bang Dasco yang menjelaskan tentang kondisi dan dinamika di internal Partai Gerindra. Selebihnya berkaitan dengan pernyataannya tentang partai lain, tentunya Bang Dasco yang mesti menjelaskan," kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan, Senin (20/12/2021).

Menurut Kamhar, pernyataan Dasco merupakan hal biasa saja. Sebab, Kamhar menilai setiap partai memiliki cara pandang dan pendekatan sendiri dalam merumuskan agenda strategis partai, termasuk dalam hal kaderisasi dan regenerasi.

"Kami di Partai Demokrat merasa bersyukur memiliki Mas Ketum AHY, figur pembelajar yang terus mempersiapkan diri sebagai penerus Pak SBY. Belum genap 2 tahun kepemimpinan Mas Ketum AHY, telah banyak capaian yang diraih dalam memimpin partai, mulai dari gerakan yang dilakukan partai dalam merespons pandemi COVID-19, sukses dalam memperoleh capaian kemenangan melampaui target pada Pilkada Serentak 2020 yang lalu," ujarnya.

PD Pastikan Tak Ada Oligarki Kekuasaan

Partai Demokrat (PD) memastikan tak ada oligarki kekuasaan lantaran sudah punya lima ketua umum sejak partai itu berdiri.

"Demokrasi berjalan dengan sangat baik di Partai Demokrat. Kami tidak mengenal sistem oligarki di partai kami. Selama dua puluh tahun berdiri, kami sudah melaksanakan lima kongres dan kami sudah punya lima ketua umum," ujar juru bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangan tertulis, Selasa (21/12/2021).

Herzaky mengatakan partainya memiliki mekanisme pemilihan dan regenerasi kepemimpinan yang tertib. Dia menyebut mekanisme itu berlaku pula dalam kepengurusan Demokrat di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

s; detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy