Dirut: Ancol Akan Tutup Selamanya Kalau Tidak Dapat Suntikan Rp 1,2 Triliun



IDEANEWSINDO.COM - Taman Impian Jaya Ancol mengajukan kredit ke Bank DKI sebesar Rp 1,2 triliun. Hal ini menimbulkan kritik dari Ketua DPRD DKI Jakarta, ada kecurigaan pengajuan pinjaman itu untuk Formula E.

"Bank DKI kucurkan kredit Rp 1,2 triliun ke Ancol pinjaman itu ditandatangani 20 Desember 2021. Betul ya? Dua hari kemudian, 22 Desember 2021, Pemprov DKI Jakarta mengumumkan secara resmi Ancol sebagai lokasi gelaran Formula E. Ini saya sebagai legislatif ini kok terlalu banyak sekali kebetulan persoalan pinjaman keuangan Bank DKI ke Ancol," ujar Ketua DPRD Jakarta, Prasetio Edi Marsudi.

"Kita ini nggak goblok-goblok juga. Kok ada satu kebersamaan pinjaman uang yang nggak kecil, Rp 1,2 triliun," lanjutnya.

Prasetio berkali-kali memukul meja sampai mencecar soal dana pinjaman itu. Dia mempertanyakan soal rencana pembangunan sarana dan prasarana di Ancol.

"Pertanyaan saya, pembangunan sarana dan prasarana di Ancol Timur untuk apa, kok lokasinya sama dengan rencana sirkuit Formula E? Anggarannya sama Rp 334 miliar. Bagaimana mekanisme untuk Ancol kembalikan pinjaman ke Bank DKI ke depannya?" imbuhnya.

Prasetio juga mencecar pihak Dirut Bank DKI Fidri Arnaldy yang juga ikut dalam rapat ini. Dia mempertanyakan apakah pinjaman itu instruksi Gubernur Anies Baswedan atau bukan.

"Saya mau tanya Bank DKI, apa dasarnya diberikan pinjaman dari Bank DKI ke Dispora? Apa perintah langsung dari Gubernur? Satu. Baru-baru ini Bank DKI juga memberikan pinjaman ke Ancol, apa ini juga instruksi dari Gubernur? Dua. Ketiga, dengan banyaknya yang memberikan pinjaman dengan jumlah yang cukup fantastis, bagaimana kondisi likuiditas Bank DKI?" kata Prasetio.

Prasetio mengancam akan melapor ke Bareskrim Polri jika pinjaman itu digunakan untuk Formula E. Prasetio juga meminta Ancol maupun Bank DKI memberikan penjelasan seterang-terangnya kepada Komisi B DPRD DKI Jakarta mengenai kredit tersebut.

Penjelasan pihak Ancol
Namun pengelola Ancol menjelaskan soal peruntukan pinjaman Rp 1,2 triliun dari Bank DKI. Dana tersebut akan digunakan untuk menutupi kekurangan perusahaan akibat pandemi COVID-19.

"Terakhir, tentunya dalam pandemi ini, kalau kita nggak pinjam uang dan nggak minta PMD (penyertaan modal daerah), kondisi Ancol pasti akan tutup selamanya. Selama pandemi tetap harus makan hewan, wahana Dufan harus running tiap hari maintenance juga besar," kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Teuku Sahir.

Teuku mengungkap Ancol mengalami kesulitan keuangan sejak pandemi COVID-19 pada 2020. Kendati demikian, pengelola tetap harus membayar gaji karyawan hingga perawatan peralatan.

"Kita tidak ada PHK sedangkan pendapatan kita nol. Jadi kalau melihat sekarang (tahun ini) kita ada pendapatan. Jadi kalau refleksi tahun 2020 kita kesulitan keuangan sehingga kita harus pinjam untuk tutup itu. Kalau tidak, hewan kita tidak bisa kasih makan, Sea World tutup, pompa nggak bayar listrik, kemudian Dufan juga rusak, " jelasnya.

Teuku Sahir menerangkan pihaknya sama sekali tidak mengeluarkan dana untuk Formula E. Dari total pinjaman Rp 1,2 triliun itu, sebutnya, sebanyak Rp 334 miliar di antaranya akan diperuntukkan buat belanja modal tahun 2022 dan 2023. Teuku menegaskan anggaran Rp 334 miliar itu belum disetujui.

"Jadi dana Rp 334 miliar yang belum kita sign, hanya dalam bentuk plafon stand by loan Bank DKI. Tentunya akan kita keluarkan, akan kita minta ke Bank DKI jika kalau ada kebutuhan yang secara kajian bisnis layak dan feasible," ujarnya.

Soal lokasi revitalisasi yang disebut sama dengan venue Formula E, Teuku memberikan penjelasan. Dia menyebut lokasinya berbeda.

"Jadi kalau sekarang Bapak masuk Ancol, sebagian besar kan hampir 70 persen lewat Ancol Timur. Itu kena PeduliLindungi sehingga kita mau benahi, jalur mau kita lebari ke arah Bandar Jakarta itu. Sedangkan kalau yang treknya (Formula E) itu yang di Pantai Karnaval, Pak, yang Bapak balapan off road. Nah itu daerah sana. Hanya 2,4 kilometer, muter gitu. Itu dari Segara kemudian muter sampai kuburan Belanda itu," tuturnya.

s; detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy